MANTAPNYA!!! Kotim Jadi Percontohan Nasional soal Ini

DLH Kotim bersama tim dari KLHK
PERTEMUAN: DLH Kotim bersama tim dari KLHK melaksanakan FGD dalam rangka penyusunan dokumen RIP keanekaragaman hayati di Dynasty Room, ABHS, Selasa (21/6). (HENY/RADAR SAMPIT)

”Seyogianya setiap kabupaten memprogram ini. Di Indonesia, baru Kotim yang satu-satunya menjalankan program penyusunan dokumen RIP keanekaragaman hayati. Saya meihat Kotim punya potensi menjadi percontohan di tingkat nasional dalam hal pemanfaatan DBH DR,” kata Enjang Sopiyudin, Selasa (21/6).

Dalam FGD tersebut, ada beberapa poin yang dibahas, di antaranya, terkait pembuatan penyusunan dokumen RIP Keanekaragaman Hayati. Dalam penyusunannya, DLH Kotim dibantu tim dari KLHK diberikan waktu selama empat bulan melakukan penyusunan dokumen.

Bacaan Lainnya

”Dalam FGD ini output-nya ada tiga. Dalam penyusunan dokumen RIP, kami sudah ada profil keanekaragaman hayati yang sudah dilaksanakan tahun 2021. Penyusunan dokumen RIP akan mengacu profil keanekaragaman hayati. Setelah itu dibuat data base web tentang keanekaragaman hayati di Kotim,” kata Enjang.

Pihaknya juga telah menentukan master plan yang rencananya akan difokuskan di Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim. Pemilihan lokasi tersebut ditentukan berdasarkan integrasi kegiatan reboisasi hutan dan lahan (RHL) yang sudah berjalan.

Baca Juga :  DLH Kotim Bakal Bangun Dua Embung, Anggarannya Sebesar Ini

Di tahun 2019, RHL yang sudah ditanam seluas 40 hektare, tahun 2020 seluas 20 hektare dan tahun 2021 seluas 50 hektare. Selain itu, di Desa Rawa Sari juga telah menjalankan program pencegahan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang pengunaan anggarannya sesuai DBH DR.

”Untuk saat ini hanya ada satu desa, yakni Desa Rawa Sari yang menjadi role model. Mungkin nanti akan ada penunjukan lokasi lain sesuai arah kebijakan pemerintah daerah. Namun, perlu diketahui, pemilihan Desa Rawa Sari juga tidak serta merta asal pilih lokasi, karena penggunaan DBH DR harus sesuai peruntukkannya. Di Desa Rawa Sari ada tiga fokus yang harus dijalankan, di antaranya RHL, pencegahan karhutla, dan pemberdayaan masyarakat. Tiga fokus ini harus dijalankan, sehingga anggaran tersebut benar-benar sesuai peruntukkannya dan memiliki nilai manfaat,” ujarnya.

Pos terkait