Masuk Kandang Ayam, Piton 3 Meter Gegerkan Warga

piton
EVAKUASI : Tim Rescue Damkar dan Satpol PP Kota Palangka Raya evakuasi ular Piton di kendang ayam rumah warga Jalan Adonis Samad, Selasa (13/02/2024). (ISTIMEWA/RADAR PALANGKA)

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Kesekian kalinya tim Rescue Damkar dan Satpol PP Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah evakuasi ular di kawasan permukiman padat penduduk.

Kali ini seekor ular  Sanca atau Sawa atau yang lebih dikenal dengan Piton. Ular yang dikenal dengan lilitan mematikan ini ditemukan bersembunyi dan usai diukur sepanjang tiga meter lebih.

Bacaan Lainnya

Ular dievakuasi tim dari rumah warga Jalan Sawang atau Jalan Adonis Samad, Selasa (13/02/2024). Petugas mengeluarkan tenaga ekstra lantaran ular sulit dievakuasi karena sudah masuk ke dalam kandang ayam.

Diduga ular mengincar ayam dan dalam kondisi lapar hingga masuk ke kandang.

“Ini evaluasi untuk kesekian kalinya. Sebelumnya kami juga evaluasi ular piton dan king kobra. Kalau yang sekarang ularnya sudah masuk kandang ayam, diduga lapar dan mengincar ayam milik warga. Panjang ular tiga meter lebih, masuk kandang ayam warga di Jalan Sawang Raya Jalan Adonis Samad,” ujar Koordinator Call Center 112 dari Dinas Damkar dan Penyelamatan, Sucipto.

Baca Juga :  Kalteng Kejar Target Vaksinasi

Sucipto mengatakan, saat evakuasi sempat menyulitkan petugas di lapangan, namun lantaran sudah memiliki keahlian dalam penanganan hewan buas dan menggunakan alat bantu, sehingga membutuhkan beberapa menit ular berhasil diamankan.

“Lilitan ular kuat di dalam kadang, maka itu sejumlah petugas diturunkan.  Piton memiliki tubuh besar yang bisa melilit mangsanya. Lilitan dari ular ini sangat berbahaya. Ular piton bisa melilit mangsanya bahkan yang bertubuh besar sekali pun. Kemunculan ular diduga lantaran kelaparan hingga memakan ternak warga,” terangnya.

Sucipto menambahkan, usai temuan tersebut diduga masih ada ular lain di sekitar lokasi, lantaran biasanya habitat ular tersebut tidak hanya satu. Atas hal tersebut masyarakat diminta segera melaporkan jika ada kembali ditemukan keberadaan ular dan jangan sesekali mengevakuasi tanpa pengetahuan dan teknik tertentu, lantaran hal itu bisa membahayakan diri.

Suripto mengimbau masyarakat segera lapor layanan Call Center 112 yang disediakan Pemerintah Kota Palangka Raya untuk menangani kondisi darurat. Penanganan sudah dilakukan dan menurunkan beberapa petugas.



Pos terkait