Sempat Dianiaya Pelaku, Korban Perampokan Masih Jalani Perawatan di Rumah Sakit

begal
ilustrasi/Begal/Jawa Pos

SAMPIT, radarsampit.com – Yulianti (31), korban perampokan hingga kini masih menjalani perawatan medis di RSUD dr Murjani Sampit. Korban mengalami luka serius akibat sempat dianiaya pelaku. Korban masih mengeluhkan sakit di bagian dada.

“Saat merampok, pelaku sempat memukul dada korban,” kata Kapolsek Sungai Sampit Ipda Dhearny Adventeya Grace Dachi kepada Radar Sampit, Selasa (13/02/2024).

Bacaan Lainnya

Dachi menyebut, kalau para pelaku saat melancarkan aksinya menggunakan sepeda motor besar warna hijau serta mengenakan masker.

”Sampai hari ini, korban belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan akibat dadanya yang sakit setelah dianiaya pelaku,” imbuhnya.

Dachi menegaskan, bahwa pihaknya segera mengungkap kasus tersebut, menyelidiki tempat persembunyian pelaku. Penyelidikan, Polsek Sungai Sampit dibantu personel Resmob Polres Kotim.

”Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kami bisa segera mengamankan pelakunya,” harap Dachi.

Baca Juga :  DPRD Kobar Apresiasi Masuknya Maskapai Citilink 

Diketahui, aksi begal terjadi di Jalan HM Arsyad kilometer 34 (pasir putih) wilayah Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotim, pada Sabtu (10/2/2024) sore sekira pukul 16.00 WIB.

Kejadian bermula saat korban yang dikenal sebagai pengusaha kebun kelapa sawit ini ingin menyetor uang sebesar Rp 120 juta di salah satu bank di wilayah Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

Karena saat itu bank sudah tutup, ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Durian RT 06/RW 06 Desa Bagendang Tengah ini pulang ke rumahnya mengendarai sepeda motor seorang diri.

Saat di  perjalanan, datang dua pelaku yang langsung merampok korban. Uang ratusan juta milik korban yang ditaruh di dalam tas raib dirampas. Setelah beraksi pelaku diperkirakan kabur ke arah Kota Sampit. (sir/fm)



Pos terkait