Menanti Tersambungnya Jembatan Jelai

Pemersatu Kalteng-Kalbar

foto sukamara
MENUNGGU TERHUBUNG:  Sudah puluhan tahun, Jembatan Jelai yang menghubungkan Sukamara-Ketapang tak kunjung terhubung. (Istimewa)

SUKAMARA, radarsampit.com – Hingga kini Jembatan Jelai penghubung Sukamara, Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) tak kunjung terhubung.

Masyarakat kedua wilayah terdekat berharap jembatan yang masih menyisakan satu bentang dan oprit jembatan di wilayah Kalbar itu segera rampung.

Bacaan Lainnya

“Banyak masyarakat yang sudah bepergian dari Kalbar ke Sukamara memanfaatkan jalan menuju jembatan. Sayangnya jembatan tidak terhubung sehingga warga terpaksa menggunakan getek (perahu mesin) membawa kendaraan mereka menyeberang sungai,” kata Samsul, salah seorang warga.

Hal serupa juga diungkapkan sejumlah warga Desa Sungai Buluh, Kecamatan Manis Mata, Kalbar. Mereka mengaku sering bepergian ke Kota Sukamara. Jalan perkebunan yang dibangun membuat akses jalan terbuka. Sayangnya, akses itu terhenti di titik penyeberangan dan masih melalui Sungai Kerukan di Desa Sukaramai, Kalbar.

“Dari Jambi menuju jembatan sudah ada badan jalan dan bisa dilalui kendaraan roda dua. Dari tempat saya ke titik penyeberangan itu sekitar 2 jam. Padahal jika jembatan sudah terhubung tidak perlu lagi naik getek menyeberang ke Sukamara,” kata salah seorang warga Desa Sungai Buluh.

Baca Juga :  Bus Perintis Layani Warga Pesisir Sukamara

Memang jembatan itu sangat dinanti masyarakat kedua wilayah. Berpuluh-puluh tahun tak kunjung selesai dan masih menyisakan pekerjaan di wilayah Kalbar. Badan jalan di wilayah Kalbar pun masih tersisa beberapa kilometer hingga sampai jembatan. Masyarakat berharap adanya komitmen dan perhatian serius dari pemerintahan kedua wilayah, terutama Kalbar.

“Jembatan di wilayah Kalteng sudah terbangun hingga melewati perbatasan dengan Kalbar. Tinggal di wilayah Kalbar saja lagi masih tersisa. Kami sangat berharap jembatan Jelai segera selesai dan terhubung demi kepentingan masyarakat,” harap Yanur, salah seorang warga Sukamara.(fzr/sla)

Pos terkait