Menuju Sungai Naning Sebuah Anakan Sungai Jelai

Bisa Dijadikan Spot Memancing Ikan Air Tawar

Sejumlah pemancing saat menuju anakan sungai Jelai menggunakan perahu mesin.
Sejumlah pemancing saat menuju anakan sungai Jelai menggunakan perahu mesin. (istimewa)

Beberapa lokasi anakan sungai Jelai dapat menjadi spot memancing di alam liar atau wild fishing. Salah satunya adalah sungai Naning, sebuah anakan sungai Jelai yang dikenal masih banyak habitat buaya.

Fauziannur, Sukamara

Bacaan Lainnya

MENUJU sungai Naning cukup memakan waktu. Dari kota Sukamara harus menaiki perahu getek menyusuri sungai Jelai, sekitar 30 menit. Saat masuk sungai, langsung disambut pemandangan tanaman bakung (Crynum Asiaticum L) yang tumbuh di sisi kanan dan kiri sungai.

Bagian muara, lebar sungai Naning mencapai 5 meter lebih, tetapi semakin musuk ke dalam kian kceil, tak lebih dari dua meter saja, sehingga pengemudi kelotok harus ekstra berhati-hati. Jika tidak, bisa terjadi tabrakan saat berselisihan dengan kelotok lain yang datang dari arah berlawan, ataupun bisa menabrak kumpulan bakung saat alur sungai berbelok tajam.

“Saat melaluinya harus bisa memainkan kemudi. Jika banyak tanaman menyangkut atau ada kayu terkena roda bisa membuat kipasnya patah,” ujar juru kemudi, Halim.

Baca Juga :  Beratnya Perjuangan Yuendri Irawanto Mencari Donor Plasma Konvalesen

Kondisi sungai masih terawat dengan habitat tumbuhan air di sekitarnya. Wajar jika menyimpan potensi pelbagai jenis ikan sungai. Saat menyusuri sungai, nampak pondok-pondok nelayan setempat beratapkan seadanya dengan ukuran tak lebih dari 3×4 meter. Sesekali juga terlihat taut (kail ikan) dan perangkap nelayan di sisi-sisi sungai.

Mencari spot casting di sungai Naning tidaklah sulit. Hampir sepanjang sungai Naning bisa dijadikan spot. Hanya saja, ukuran sungai yang sangat kecil mempersempit area lemparan casting. Hanya sedikit terdapat area terbuka. Itupun pemancing harus berhati-hati saat melempar karena masih banyak ranting-ranting kayu mati.

Pos terkait