Ketika Warga Percayakan Damkar Tangani Masalah di Luar Tugas Pokok

Belajar Otodidak Lepas Cincin di Jari, Evakuasi Sarang Tawon, hingga Satwa Liar

boks damkar
PENYELAMATAN: Satgas Damkar membantu warga yang kesulitan melepas cincin di jari yang kesempitan, Rabu (31/5) lalu. (DPKP/Radar Sampit)

Petugas pemadam kebakaran saat ini harus memiliki banyak kemampuan selain memadamkan api. Pasalnya, warga kerap meminta mereka menyelesaikan sejumlah persoalan di luas tugas pokoknya.

HENY, Sampit

Bacaan Lainnya

Menjinakkan amukan api bukan jadi satu-satunya tugas yang harus diselesaikan petugas damkar. Mereka juga harus menangani permasalahan warga, mulai dari membantu melepas cincin di jari kesempitan, mengevakuasi sarang tawon, hingga menangkap satwa liar, terutama hewan melata seperti ular.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kotim Hawianan mengatakan, ada banyak permasalahan masyarakat di luar kasus kebakaran yang kerap ditangani. Semua dilayani tanpa meminta bayaran sepersen pun.

”Sering kali petugas damkar bantu mengevakuasi satwa liar berbahaya. Paling sering ular, biawak, sarang tawon, mengatasi tumpahan minyak CPO di jalan aspal, membantu mengevakuasi mobil yang nyungsep masuk parit, sampai melepas cincin yang kesempitan sulit dilepas,” ujar Hawianan.

Menurut Hawianan, petugas damkar yang piket biasanya menerima laporan dari warga. Kemudian langsung menuju lokasi kejadian.

Baca Juga :  Menelusuri Jejak Berdirinya Kota Pangkalan Bun Di Usia 216 Tahun

”Paling sering persoalan temuan satwa liar dan melepas cincin di jari. Kalau kasus satwa masuk rumah biasanya dilapor setelah pemilik rumah kaget menemukan binatangnya. Melihat lokasi kasusnya, kebanyakan binatang masuk rumah warga yang tidak jauh dari semak belukar,” katanya.

Seperti penanganan baru-baru ini, petugas damkar menangani kasus warga Jalan Iskandar yang kesulitan melepas cincin di jari. Petugas langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan sekitar pukul 17.30 WIB, Rabu (31/5).

”Dilihat dulu seberapa sempit ukuran cincin di jarinya. Pertama dicoba dulu melepas cincin menggunakan benang yang dililit jari dibantu minyak, ditarik pelan-pelan. Tetapi, kalau terlalu sempit dan tetap susah dilepas, jalan satu-satunya cincinnya terpaksa dipotong dibantu pakai gerinda kecil,” kata M Febri, Komandan Peleton 1 Satuan Tugas (Satgas) DPKP Kotim.

Kasus yang sama juga dialami Eni Yulia, warga Jalan Sukabumi, Kelurahan Baamang Hilir, Kamis (1/6) sore. Persoalan itu ditangani Akhmad Dicky, Komandan Peleton II (Satgas) DPKP Kotim.



Pos terkait