SAMPIT, radarsampit.com – Aksi penipuan di media sosial kembali menelan korban. Pasangan suami istri Tinayah dan Supandi harus kehilangan uang jutaan rupiah gara-gara tergiur akal bulus agen tiket pesawat palsu yang menawarkan harga miring melalui Facebook.
Keduanya baru sadar tertipu ketika ingin check in sekitar pukul 09.15 WIB di Bandara Haji Asan Sampit menggunakan maskapai penerbangan Wings Air. Setelah diperiksa admin tiketing, nama pasutri itu bersama dua anaknya tidak terdaftar dan belum melakukan pembayaran.
Tinayah dan Supandi langsung kaget dan menjelaskan bahwa sehari sebelumnya dia telah memesan tiket pesawat melalui akun Facebook bernama Malika Tour and Travel. Akun tersebut menawarkan promo tiket pesawat dengan diskon hingga 30 persen yang diunggah pada 2 November 2022.
Merasa yakin dengan unggahan itu, Tinayah kemudian mengirim pesan ke nomor WhatsApp 085333915989. Pesannya direspons dan memintanya membayar melalui transfer ke BRI dengan nomor rekening 436001035163536 atas nama Rukman Ramdani.
Pemilik nomor WhatsApp itu sempat menelepon dan mendesak agar dia segera mentransfer uang. ”Satu tiket dikenakan Rp1.100.000. Saya berangkat bersama suami dan dua anak saya, jadi saya bayar total Rp4.400.000 jam 12 siang kemarin (28/12),” ujar Tinayah saat dibincangi Radar Sampit, Kamis (29/12).
Tinayah mengaku tidak curiga dengan akun tersebut. Pasalnya, setelah dia melakukan pembayaran, pemilik nomor WhatsApp mengirimkan E-Ticket booking penumpang mengatasnamakan Lion Group disertai empat penumpang dan tanda barcode, serta ketentuan dan prosedur lain yang mirip dengan e-ticket umumnya.
”Saya tak langsung curiga, karena saya dapat link e-ticket atas nama Lion Air. Setelah mau check in, saya benar-benar kaget dan baru sadar ditipu. Mau tidak mau saya harus memesan tiket lagi dengan harga Rp1,7 juta per orang dengan total berempat Rp6,8 juta. Belum termasuk tiket penipuan yang sudah saya transfer Rp4,4 juta. Total keseluruhan saya habis sampai Rp 11,2 juta,” ujarnya.
Tinayah rencananya ingin menghadiri acara di kampung halamannya di Lumajang, Jawa Timur. ”Saya di sini sekeluarga ikut menemani suami kerja di PT Bahandep Seruyan. Rencananya saya mau pulang ke Lumajang ada acara keluarga. Saya masih tidak menyangka saya ditipu oleh akun yang terlihat seperti akun resmi,” katanya.
Dari kejadian itu, Tinayah mengaku jera memesan tiket melalui akun Facebook. ”Jujur saja, saya mikir karena harga tiketnya murah. Saya langsung terpikir untuk beli karena diskonnya lumayan. Ternyata saya ditipu. Ini benar-benar jadi pembelajaran untuk saya agar lebih hati-hati memesan tiket pesawat secara online,” ujarnya.
Komandan Regu Avsec Bandara Haji Asan Sampit Alfiansyah mengatakan, kejadian tersebut bukan sekali itu terjadi. Pihaknya tidak dapat membantu karena hal itu berkaitan dengan calon penumpang dan pihak maskapai dan agen travelnya.
”Dulu juga pernah ada 15 calon penumpang yang pesan tiket lewat Facebook ditipu. Kami mau bantu bagaimana, karena ini berkaitan dengan calon penumpang dan pihak agen travelnya. Kejadian ini sudah dilaporkan ke posko nataru,” kata Alfiansyah.
Alfiansyah mengimbau kepada seluruh calon penumpang Bandara Haji Asan Sampit agar lebih berhati-hati memesan tiket melalui akun resmi, seperti traveloka, tiket.com atau layanan tiket pesawat online yang sudah umum digunakan masyarakat.
”Saat momen libur Natal dan Tahun Baru seperti ini tidak ada pesawat yang menawarkan harga tiket murah. Paling murah Rp1,5 juta, itu pun tergantung keberangkatannya tanggal berapa. Kalau dekat-dekat akhir tahun, harga tiket pasti mahal. Karena itu, saya imbau calon penumpang yang ingin membeli tiket pesawat lebih baik memesan melalui akun resmi, seperti traveloka yang sudah umum digunakan orang,” tandasnya. (hgn/ign)








