PARAH!!! Wanita Ini Digerebek Suami Tidur Bersama Selingkuhan, Ngakunya Sudah Dua Kali Bersetubuh

selingkuh lamandau
SELINGKUH: Pasangan selingkuh saat diamankan di Polres Lamandau. (IST/RADAR SAMPIT)

NANGA BULIK, radarsampit.com – Pasangan selingkuh yang sedang mabuk asmara di Kabupaten Lamandau, Y (22) dan J (23), terpaksa harus berurusan dengan polisi. Mereka dilaporkan melakukan tindak pidana zina oleh suami sang wanita yang tidak terima melihat secara langsung istrinya tidur dengan pria lain.

”Pelaku Y telah berkeluarga dan memiliki suami yang sah dari perkawinannya pada  Februari 2019,” kata Kapolres Lamandau AKBP Bronto Budiyono, Jumat (4/11).

Bacaan Lainnya

Bronto melanjutkan, wanita dengan satu anak itu kepincut dengan pria bujang yang dikenalnya melalui Facebook sejak 2021 lalu.

”Saat ini Satreskrim Polres Lamandau sedang melakukan penanganan perkara zina yang dilakukan seorang perempuan yang telah bersuami dengan laki-laki yang menjadi selingkuhannya,” kata Bronto.

Kejadian tersebut terungkap saat suami Y menemukan istrinya tidur bersama dengan J dalam kamar kontrakan rumah di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Nanga Bulik, Minggu (31/10) malam.

Baca Juga :  Tabrakan Beruntun Empat Kendaraan di Trans Kalimantan, Angkutan Pelajar Ikut Jadi Korban

Sang suami yang sudah lama mencurigai istrinya, pura-pura pergi. Lalu, setelah beberapa jam, kembali ke rumah dan berhasil menggerebek istrinya tidur bersama J. Saat diinterogasi, Y mengakui telah melakukan persetubuhan dengan J sebanyak dua kali.

Ternyata Y dan J sudah janjian untuk bertemu sehari sebelumnya. Tersangka J nekat naik travel dari Sukamara menuju Nanga Bulik demi menemui wanita pujaan hatinya yang sudah berkeluarga itu.

Pelaku kini menjalani proses hukum di Polres Lamandau. Namun, mereka tidak ditahan, karena ancaman hukumnya di bawah lima tahun dan hanya dikenakan wajib lapor.  Pasangan selingkuh itu mengaku akan menikah jika permasalahan tersebut sudah selesai. Keduanya dijerat dengan Pasal 284 ayat (1) ke 1e huruf b dan ke 2e huruf a KHUPidana dengan ancaman hukuman 9 bulan penjara. (mex/ign)

Pos terkait