Kini, dengan tewasnya Joel Alberto Tanos, catatan kelam Ervan bertambah menjadi tiga kasus pembunuhan yang diyakini dilakukannya.
Riwayat kejahatan berulang yang dilakukan Ervan Siging telah memicu kemarahan publik. Banyak pihak mendesak agar aparat penegak hukum bertindak tegas dan memberikan hukuman seberat-beratnya.
“Kok bisa orang seperti ini masih berkeliaran? Sudah dua kali membunuh, dan tetap bisa bebas,” tulis salah satu warganet dalam komentar unggahan berita di media sosial.
Kini, proses hukum tengah berjalan dan masyarakat menantikan keadilan ditegakkan. Kasus ini tidak hanya menyoroti kebrutalan individu, tetapi juga mempertanyakan efektivitas sistem peradilan dalam menangani residivis kejahatan berat.








