Pemkab Kotim Akan Benahi Fasilitas PPM Sampit

ppm sampit
TINJAU PASAR: Bupati Kotim Halikinnor saat meninjau kondisi bangunan Pasar PPM Kota Sampit, Kamis (16/3). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Kondisi Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) dan Pasar Ikan Mentaya (PIM) Sampit sebagai salah satu ikon pertama di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membutuhkan perhatian pemerintah. Pasalnya, pedagang meminta agar adanya penambahan fasilitas di pasar tersebut, seperti kanopi yang ada di kawasan tersebut.

Bupati Kotim Halikinnor meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kotim untuk menghitung kebutuhan kanopi yang diperlukan untuk ada di kawasan tersebut.   Hal itu disampaikan Halikinnor saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan pangan jelang Ramadan di Pasar PPM dan PIM Sampit.

Bacaan Lainnya

“Kita akan benahi fasilitas yang ada, agar pasar PPM tetap exist, apalagi ini merupakan ikon pertama Kotim,” sebutnya.

Didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Fajrurrahman dan Kepala Disperdagin Kotim Zulhaidir, Halikinnor sempat berbincang dengan pedagang terkait harga dan pasokan bahan pangan, terutama jelang Ramadan.

Baca Juga :  Enam Terdakwa Korupsi Pengadaan Batu Bara Jalani Sidang

Saat berbincang, para pedagang di blok pasar ikan menyampaikan masukkan untuk  pengadaan kanopi pasar. Alasan pedagang mengusulkan pemasangan kanopi karena saat cuaca panas, terik matahari mengenai mereka, sehingga menjadi kurang nyaman.

Saat hujan, tempat jualan mereka sering kali terkena tampias air hujan. Kondisi ini menurut pedagang memperparah lantai blok pasar ikan yang memang telah becek karena aktivitas jual beli ikan di kawasan tersebut. Dengan adanya pemasangan kanopi diharapkan bisa mengurangi tampias yang masuk ke dalam blok pasar ikan.

“Saya akan minta disperdagin menghitung berapa kanopi yang dibutuhkan. Akan kita penuhi karena saya rasa sifatnya tidak terlalu besar,” ungkapnya.

Halikinnor menambahkan, secara bertahap pemerintah terus berupaya membenahi kawasan pasar yang terletak di bantaran Sungai Mentaya, sehingga pedagang maupun juga pengunjung merasa lebih nyaman saat melakukan transaksi jual beli kebutuhan sehari-hari di pasar tersebut. (yn/yit)



Pos terkait