Pengumuman Hasil Tes Seleksi Tekon Diundur, Disdik Upayakan Akomodir sesuai Kebutuhan

seleksi tekon kotim
SELEKSI: Peserta seleksi tenaga kontrak tahap II di lingkup Pemkab Kotim, Senin (25/7) lalu. (DOK.YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, RadarSampit.comPengumuman hasil tes seleksi/evaluasi tahap II tenaga kontrak yang sedianya diumumkan Senin (1/8) diundur. Sampai Selasa (2/8) kemarin, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotim belum dapat menentukan tanggal dan waktu pengumuman.

”Rencananya 1 Agustus 2022 kemarin, tetapi sampai hari ini masih kami bahas dalam rapat. Mohon bersabar menunggu, kalau sudah ditetapkan surat keputusannya oleh panitia seleksi, pasti akan diinformasikan,” kata Kamaruddin Makkalepu, Plt Kepala BKPSDM Kotim, Selasa (2/8).

Bacaan Lainnya

Dari informasi yang diperoleh Radar Sampit, diketahui BKPSDM Kotim beserta panitia seleksi selama dua hari terakhir merapatkan terkait hal ini. Panitia seleksi masih melakukan koordinasi dengan seluruh satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) terkait lokasi penempatan dan pencocokan kebutuhan SDM secara real di masing-masing SOPD. Termasuk di desa, kelurahan, kecamatan, satuan pendidikan, serta di puskesmas maupun pustu.

Kamaruddin pun sampai saat ini masih merahasiakan jumlah tenaga kontrak yang lulus dan tidak lulus dalam tes seleksi tekon tahap II yang dilaksanakan pukul 08.00-09.00 WIB di Gedung Indoor Stadion 29 November pada Senin (25/7) lalu.

Jumlah peserta seleksi tahap dua sebelumnya tercatat sebanyak 1.039 tekon. Sedangkan, dua tekon diantaranya dinyatakan meninggal dunia, satu tekon yang pernah bertugas di DPMPTSP dan satu tekon lainnya yang meninggal dunia pernah bertugas di Setda Kotim.

Dari 1.039 tekon, ada 988 orang yang mengikuti tes tertulis dan 51 tekon lainnya (tenaga outsourcing, Red) hanya tes wawancara untuk penilaian kinerja oleh kepala SOPD di tempatnya bertugas. Namun, dari 988 orang tercatat hanya ada 855 orang yang mengikuti tes tertulis dan 133 orang lainnya tidak hadir.

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kotim Susiawati mengatakan, pihaknya sudah menerima atau mengetahui jumlah tekon yang lulus dan tidak lulus, khususnya guru. Namun, data tersebut masih dirahasiakan dan belum dapat disampaikan ke publik, karena belum ditetapkan dalam surat keputusan.

”Kami melihat kebutuhan kami sebagian besar sudah terpenuhi. Tetapi, kami belum bisa umumkan sekarang, data itu akan disampaikan dalam surat keputusan yang ditandatangani Ketua Panitia Seleksi, bukan kewenangan dinas,” kata Susiawati.

Susiawati sudah mengupayakan agar tekon yang tidak lulus tahap I terakomodir semua. ”Kami (Dinas Pendidikan Kotim) mengusahakan agar tekon terakomodir semua, dari dinas hanya memperjuangkan agar semua bisa terakomodir sesuai kebutuhan. Bagaimana hasil keputusannya nanti, kami kembalikan ke panitia pansel,” ujarnya.

Untuk diketahui, tenaga kontrak guru yang dinyatakan tidak lulus mengikuti tes seleksi/evaluasi berjumlah 447 guru Se-Kotim. masing-masing satuan pendidikan rata-rata ada 2-4 tenaga guru kontrak yang tidak lulus tes. Disdik Kotim juga telah menghitung kebutuhan tenaga kontrak guru untuk mengisi kekosongan SDM di sejumlah satuan pendidikan yang jumlahnya sebanyak 718  guru.

Dirinya sedikit memberikan bocoran, ada kemungkinan tekon guru tidak semua diluluskan. Hal itu dikarenakan tak semua tekon guru hadir mengikuti tes seleksi tahap II. ”Ada kemungkinan tekon guru tidak semua lulus, karena ada yang tidak hadir ikut tes dan ada juga tekon yang memang mengajukan pengunduran diri ke Disdik Kotim,” tandasnya.  (hgn/ign)

Pos terkait