Perbaikan Lingkar Selatan Tak Ada Kejelasan, Penutupan Jalan Kota Bakal Dilakukan?

truk masuk kota sampit
BEBAS MELENGGANG: Truk besar bebas melenggang dalam Kota Sampit, pekan lalu. para sopir truk memilih melintas di jalan umum karena ruas lingkar selatan yang rusak parah. (RADO/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, RadarSampit.com – Kuatnya desakan publik  hingga ancaman Bupati Kotim Halikinnor menutup ruas jalan dalam kota bagi angkutan bisnis tak membuat perusahaan cepat merespons. Sepekan setelah peringatan keras tersebut, belum ada satu perusahaan pun yang  mengonfirmasi siap berkontribusi.

”Sampai saat ini belum ada jawaban, tapi rencananya besok pihak perusahaan mengadakan rapat di internal perkebunan besar. Sedangkan dari pihak jasa angkutan belum ada konfirmasi,” kata Alang Arianto, Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Selasa (2/8).

Bacaan Lainnya

Alang menegaskan, pihak perusahaan dan pihak ketiga yang masuk dalam daftar gotong royong perbaikan jalan lingkar selatan itu harusnya bisa memahami dan segera memberikan jawaban. Akan tetapi, hal itu sulit dilakukan. Padahal, sudah ada pertemuan bersama untuk merembuk hal tersebut dan pihak ketiga meminta waktu sepekan.

”Karena sudah dirapatkan, ya harus bisa segera direalisasikan, supaya segera kami tindak lanjuti di lapangan. Kalau tidak, ya sesuai arahan Pak Bupati. Kami laksanakan sikap tegas itu di lapangan (penutupan akses jalan dalam kota). Tapi ini masih kami tunggu partisipasi, baik dari PBS maupun jasa angkutan,” ujar Alang.

Baca Juga :  Autis Bukan Halangan untuk Berprestasi dan Berkarya

Ada 52 perusahaan perkebunan, Organda, ALFI, transportir, dan pengusaha angkutan lainnya yang diminta menyelesaikan perbaikan ruas jalan lingkar selatan itu. Penanganan tersebut memerlukan dana sekitar Rp 4,7 miliar yang akan dibagi porsinya, yakni 75 persen untuk semua perkebunan. Sisanya dibagi beberapa organisasi angkutan darat, ekspedisi, dan pengusaha angkutan lainnya.

Pos terkait