Bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Sabtu (31/8/2024) pagi ini akan menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan di RSUD dr Murjani Sampit selama dua hari.
HENY, Sampit | radarsampit.com
Sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan, tiga bakal paslon yang sebelumnya telah mendaftar menyerahkan berkas pencalonan ke Kantor KPU Kotim Kamis (29/8/2024) lalu, dianjurkan berpuasa selama 8-12 jam. Mereka juga diminta tidak melakukan hubungan intim antara suami istri.
”Mulai malam ini maksimal jam 12 malam. Kami anjurkan semua bakal paslon untuk berpuasa, tidak makan dan minum kecuali air putih, dan tidak melakukan hubungan intim suami istri agar hasil pemeriksaan kesehatan akurat,” kata Anggun Iman Hernawan, Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan Bapaslon Pilkada 2024 saat memberikan arahan teknis terkait tahapan pemeriksaan kesehatan di Aula Rumah Pintar Pemilu, Jumat (30/8/2024).
Pada hari pertama pemeriksaan, Sabtu (31/8/2024), dimulai pukul 07.30 WIB. Bapaslon akan disambut di areal parkir belakang gedung RSUD dr Murjani Sampit dan kemudian diarahkan menuju Aula Penunjang Lantai 2 untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
”Di hari pertama bapaslon akan melaksanakan pemeriksaan laboratorium, sehingga bapaslon diminta banyak minum dan menahan kencing untuk diambil dua sampel urinenya. Satu sampel untuk pemeriksaan lab dan satunya untuk pemeriksaan narkoba oleh BNN Provinsi Kalteng,” kata Iman yang juga aktif bertugas sebagai Kepala Instalasi Rawat Jalan di RSUD dr Murjani Sampit.
Setelah diambil sampel urine, bapaslon akan diambil darah. Kemudian, disarankan makan yang sudah disiapkan oleh tim kesehatan untuk melihat apakah ada bapaslon yang mengidap penyakit gula.
”Besok juga akan ada pemeriksaan mikroalbumin untuk mendeteksi apakah ada gangguan ginjal atau tidak. Kalau pun ada temuan penyakit, jangan khawatir, karena bapaslon akan dianjurkan melakukan treatment untuk mempertahankan kesehatannya agar tetap stabil,” katanya.
Dua jam setelah pengambilan darah pertama, bapaslon akan diambil darah kedua untuk mendeteksi kadar gula pada saat puasa dan pada saat setelah makan.
”Kenapa di awal harus puasa, itu agar hasil pemeriksaan kesehatannya tidak dipengaruhi oleh makanan terakhirnya. Jadi, ada pemeriksaan darah saat puasa dan setelah makan. Terpenting jangan sampai stres, karena 70 persen munculnya penyakit disebabkan stres, sehingga harus bisa kelola dengan baik,” katanya.
Selanjutnya, setelah pemeriksaan lab dan tes narkoba selesai. Dilanjutkan pemeriksaan kesehatan kejiwaan yang dimulai dari tes psikopatologi untuk mengukur dan mengetahui adanya masalah kepribadian atau tidak.
”Saat pemeriksaan kejiwaan, kami memerlukan waktu 5-6 jam atau kurang lebih 270 menit. Karena, saat tahapan wawancara tidak bisa dilakukan bersamaan, kami siapkan dua psikiater dan dua dokter spesialis kejiwaan,” katanya.
Kemudian, bapaslon akan melakukan pemeriksaan tertulis selama 3-4 jam yang terdiri dari tes pemeriksaan psikologi IQ dan tes pemeriksaan kepribadian.
”Saat tes tertulis psikometri, bapaslon akan diminta menjawab 567 pertanyaan. Apabila tidak valid bisa diulang. Diulang bukan berarti hasilnya jelek, tetapi untuk memastikan konsistensi jawaban, karena ada pertanyaan serupa yang kemungkinan dijawab berbeda. Itu akan memengaruhi hasil pemeriksaan tes tertulis,” katanya.
Setelah itu, bapaslon diarahkan istirahat makan siang dan salat. Kemudian dilanjutkan tes wawancara dengan durasi 30 menit sampai satu jam.
”Setelah itu dilanjutkan pemeriksaan hari kedua di Gedung Terpadu Poliklinik RSUD dr Murjani Sampit dibagian depan,” katanya.








