Pertumbuhan Ekonomi Kalteng Capai 7,31 Persen, tapi….

pertumbuhan ekonomi kalteng,besaran pertumbuhan ekonomi,kalteng,pemulihan ekonomi
Ilustrasi. (net)

PALANGKA RAYA, radarsampit.com Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Nuryakin mengatakan mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kalteng dari tahun ke tahun pada triwulan II 2022 tumbuh impresif sebesar 7,31%. Sama tingginya dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 7,32%.

”Meski demikian, tantangan pemulihan ekonomi tetap harus dijaga bersama. Di tengah semakin meningkatnya tensi geopolitik dunia akibat perang dunia Rusia dan Ukraina yang masih berlanjut, sehingga menyebabkan permasalahan rantai pasokan global dan mendorong kenaikan harga energi dan pangan, dan berdampak pada kenaikan inflasi di berbagai negara, termasuk Indonesia,” kata Nuryakin saat memimpin Forum Group Discussion (FGD) pengendalian inflasi dan kunjungan lapangan Food Estate Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (19/10).

Bacaan Lainnya

Nuryakin menuturkan, dalam rangka menjaga inflasi di Kalteng, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalteng telah melakukan serangkaian kegiatan pengendalian dalam kerangka 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Baca Juga :  ASTAGA!!! Insentif Ketua RT/RW Menunggak

”Sejak 15 Agustus 2022 telah dilaksanakan peluncuran Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) berupa gerakan menanam cabai rawit di pekarangan, dengan membagikan 2000 polybag bibit cabai kepada sepuluh kelompok wanita tani (KWT) dari empat kecamatan di Kota Palangka Raya,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, dilakukan juga pembagian bibit cabai di Barito Selatan serta launching replikasi klaster cabe dan bawang merah melalui Gertam Babe Berkah (Gerakan Tanam Bawang Merah dan Cabai) pada 18 September 2022.

”Dari segi pemenuhan permintaan keterjangkauan harga, TPID telah melaksanakan kegiatan operasi pasar dan pasar penyeimbang secara rutin dan masif di berbagai kabupaten/kota di Kalteng. Dengan demikian, kami berharap daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah pemulihan ekonomi yang masih berlangsung, serta inflasi semakin terkendali,” ujarnya.

Pos terkait