Pesta Rakyat Pelepas Dahaga, Diwarnai Kehilangan Anak dan Napas Sesak

pesta rakyat hasupa hasundau
MERIAH: Kemeriahan malam Pesta Rakyat Hasupa Hasundau dalam rangka memeriahkan HUT Kotim ke-70 di kawasan Terowongan Nur Mentaya Sampit, Sabtu (7/1). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Kerinduan warga terhadap pesta yang meriah dengan berbagai hiburan, terbayar dengan pelaksanaan Pesta Rakyat Hasupa Hasundau, puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Kotim, Sabtu (7/1). Jalur Terowongan Nur Mentaya yang berada di ruas lintas provinsi dijejali lautan manusia.

Jalan menuju lokasi acara sudah padat sejak pukul 19.00 WIB. Bahkan, Jalan Kenan Sandan menuju Samekto macet. Warga terpaksa memilih memutar arah melewati Jalan Tjilik Riwut.

Bacaan Lainnya

Di depan Stadion 29 November Sampit, tepatnya di sisi kanan dan kiri jalan, dipenuhi parkiran kendaraan roda dua dan empat. Meski harus berjalan kaki lebih dari satu kilometer dari lokasi parkir, warga tetap antusias.

”Tadi jalan lumayan jauh. Parkir di depan Jalan Bumi Raya. Kalau dipikir sih capek ya. Manusianya juga sebanyak ini. Pusing juga, tapi kapan lagi bisa merasakan yang seperti ini. Kalau banyak orang, jalan jauh juga gak kerasa,” kata Santi, warga yang ikut merasakan meriahnya malam pesta rakyat.

Baca Juga :  Mal Pelayanan Publik Jadi Kebanggaan Kotim, Contoh bagi Kalteng

Mulai dari area depan, masyarakat disambut alunan musik electone dari komunitas Asosiasi Musik Kotim (Asik), yang ditampilkan khusus untuk mengisi setiap stan di kawasan tersebut.

Sejumlah warga sengaja datang ke kawasan tersebut sejak sore, sebelum jalan ditutup. Alasannya, tak ingin terjebak kemacetan panjang. ”Dari jam empat sudah ke sana, kebetulan rumah teman ada di kawasan itu. Jadi numpang parkir di rumahnya,” kata Tri, warga Kecamatan Baamang.

Jajanan tradisional gratis yang disediakan Pemkab Kotim melalui jajaran satuan organisasi perangkat daerah (SOPD), ludes dalam sekejap. Tak sedikit pula yang mengeluh karena tidak kebagian kudapan ringan itu.

”Manusianya banyak begitu, yang di belakang mana kebagian,” celetuk salah seorang warga.

Area panggung utama di depan Puskesmas Baamang Unit II menjadi lokasi yang paling banyak dikerumuni warga. Bahkan, ada warga yang sampai sesak napas karena berdesakan, hingga harus dievakuasi PMI Kotim untuk mendapatkan tindakan medis.

Situasi yang padat juga membuat beberapa orang anak sempat lepas dari pegangan orang tua mereka. Pengisi acara dari komunitas Asik mengumumkan kehilangan anak tersebut melalui pengeras suara, serta mengimbau pengunjung agar mengawasi anak-anak mereka.

Pos terkait