Plat Penambal Lubang Terangkat, Jembatan Sagu Membahayakan

Jembatan Sagu
BERBAHAYA: Kondisi jembatan Desa Sagu, Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat, Jumat (3/5/2024)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Jembatan di Desa Sagu Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah kondisinya sangat mengkhawatirkan.

Kerusakan di jalan jembatan yang sudah uzur tersebut berpotensi mengakibatkan kecelakaan.

Bacaan Lainnya

Jembatan yang merupakan akses vital bagi transportasi masyarakat dan arus pengiriman barang serta buah kelapa sawit tersebut, sudah seringkali mengakibatkan kendaraan roda 4 atau lebih mengalami pecah ban.

Hal itu lantaran besi plat baja yang semula difungsikan untuk menambal lubang besar di badan jembatan, sudah melengkung dan mencuat ke atas.

Salah satu tokoh pemuda Desa Sagu Kuswanto mengungkapkan, a jalan yang ada di Desa Sagu merupakan teras Kobar yang merupakan desa terakhir di wilayah barat Kobar.

Sehingga jalan dan jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya untuk masuk ke wilayah Kobar dari Kabupaten Sukamara arah Balai Riam, maupun dari wilayah Provinsi Kalimantan Barat.

“Kalau mereka melewati jalan simpang Kenawan, melewati Kabupaten Lamandau sangat jauh dan medannya juga ekstrem,” ujarnya, Jumat (3/5/2024).

Baca Juga :  Kisruh Tenaga Kontrak Kotim secara Tak Langsung Ungkap Persoalan Ini

Kuswanto melanjutkan, apabila jembatan Desa Sagu sampai putus maka transportasi dan ekonomi masyarakat setempat akan lumpuh. Jadi jembatan tersebut sangat vital bagi masyarakat, baik untuk kelancaran arus barang maupun orang.

Menurutnya pada tahun 2023 masyarakat desa setempat merasa senang ketika ada droping pilar-pilar jembatan, namun anehnya hingga saat ini belum ada realisasi pembangunan atau normalisasi jembatan.

“Kalau enggak salah bulan puasa tahun 2023 lalu ada pengiriman pilar jembatan dan base camp untuk pekerja juga sudah dibangun. Tetapi sampai sekarang malah tidak ada realisasinya, atau mungkin menunggu putus dulu baru dibangun,” beber Kuswanto.

Diungkapkannya, struktur jembatan bagian atasnya merupakan struktur aspal, namun pada bagian pondasi atau tiangnya adalah terbuat dari kayu Ulin, dan sepengetahuannya pondasi jembatan tidak pernah diperbaikinya.

Diakuinya, bagian tiang jembatan sudah mengalami penurunan kekuatan sehingga jembatan miring sebelah, dan plat baja yang ditambal di badan jembatan saat ini sudah terungkuap dan naik ke atas akibat arus kendaraan bertonase berat yang melintas.



Pos terkait