SAMPIT, radarsampit.com – Kepolisian Resor Kotawaringin Timur (Polres Kotim) masih mendalami kasus kecelakaan di perairan Sungai Mentaya yang menewaskan bocah laki-laki SF (5) di dermaga penyeberangan Jalan Usman Harun, Kecamatan Baamang, Sampit pada Selasa (21/10/2025) lalu.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengatakan, kasus ini tengah ditangani Satpolair Polres Kotim dan masih dilakukan pendalaman terkait dugaan kelalaian hingga menyebabkan bocah yang duduk di bangku taman kanak-kanak itu terjatuh.
“Kami masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. Apakah ada unsur kelalaian atau ada hal lainnya,” kata Resky, Jumat (24/10/2025).
Resky menambahkan, bahwa saat ini pihaknya melakukan imbauan kepada para pengelola kapal penyeberangan terkait keselamatan para penumpang kapal. Sebab, jangan sampai insiden tersebut terjadi lagi di kemudian hari.
Baca Juga: Diduga Lakukan Pelecehan Murid, Oknum Kepsek SD Dilaporkan ke Polisi
“Kami juga sudah melakukan imbauan kepada pengelola untuk memperhatikan hal-hal yang menyangkut keselamatan para penumpang,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, korban merupakan anak dari seorang guru ngaji asal Kecamatan Seranau, Mentaya Seberang, Kabupaten Kotim itu ikut bersama kedua orang tuanya menumpangi kapal feri penyeberangan bermaksud ingin pulang ke rumah.
Tak lama, saat kapal hendak bertolak, tiba-tiba saja korban terpeleset hingga membuatnya terjatuh ke sungai. Nahasnya, saat jatuh ke sungai, kepalanya terjepit antara badan kapal dan salah satu kontruksi bangunan dermaga.
Korban sempat dievakuasi ke RSUD dr Murjani Sampit untuk diberikan upaya pertolongan. Namun, nasib berkata lain, karena luka yang dialaminya cukup parah, korban dinyatakan meninggal dunia. (sir)







