TAMIANG LAYANG – Misbahul Affandi (26) warga Gang Karang Anyar, Kelurahan Ampah, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur (Bartim) ditemukan meninggal dengan posisi leher tergantung tali di dalam kamar rumah, Selasa (13/7) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Affandi diduga nekat mengakhiri hidupnya (gantung diri) karena menderita depresi. Aksi nekatnya itu merupakan usaha kedua kalinya, setelah percobaan gantung diri yang pertama digagalkan keluarganya.
Kapolres Bartim AKBP Afandi Eka Putra melalui Kapolsek Dusun Tengah IPTU Nurheriyanto mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh rekannya bernama Tikul, yang hendak menjemput kerja. Saat dipanggil tidak disahut, saksi berinisiatif masuk ke dalam rumah.
”Masuk ke dalam rumah, Tikul terkejut melihat kondisi Affandi tergantung dan sudah tak bernyawa,” kata Kapolsek.
Anggota yang tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kondisi korban sudah diturunkan, dengan direbahkan di atas kasur yang berada di kamar berukuran 2×3 itu, sedangkan tali kain yang digunakan korban untuk gantung diri masih menggantung di sisi atap kamar.
Lanjut, Nursulistiyo, dari hasil keterangan saksi-saksi, korban mengalami depresi, sebelumnya pada Senin (12/7) sekitar pukul 23.00 WIB malam mencoba gantung diri di ruang tengah rumah, namun berhasil digagalkan.
Dari hasil Visum et Rapertum (VeR) yang dilakukan tim dokter Pukesmas Ampah, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, korban meninggal dikarenakan gagal napas akibat simpul tali kain yang terikat di leher.
”Saat ini jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga. Sedangkan pihak keluarga menerima atas kejadian tersebut,” pungkasnya. (apr/fm)








