Prokes Ketat di Hari Pertama PTM Terbatas

PROTOKOL KESEHATAN: Suasana PTM hari pertama di SMP Negeri 1 Pangkalan Bun, Senin (20/9) (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Hari pertama pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berjalan lancar. Penerapan protokol kesehatan ketat tampak dijalankan di sejumlah sekolah di Pangkalan Bun, Senin (20/9).

Hal itu sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh gugus tugas Covid-19 Kabupaten setempat kepada seluruh satuan pendidikan baik setingkat SMP, SMA dan SMK di kabupaten setempat guna mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 kelompok sekolah.

Penerapan prokes kesehatan ketat juga mengacu pada pedoman berdasarkan SKB 3 Menteri dan juga SOP dari Satgas Covid-19 Kobar. “Kita mengacu pada pedoman yang dikeluarkan dalam SKB 3 Menteri dan juga SOP dari satuan tugas Covid-19 Kabupaten Kotawaringin Barat,” kata Kepala SMP Negeri 1 Pangkalan Bun, Soni Yardawati, Senin (20/9).

Menurutnya sesuai dengan pedoman tersebut sekolah wajib memiliki sarana dan prasarana termasuk membudayakan penerapan protokol kesehatan sebagai acuan dalam pelaksanaan PTM.

Dijelaskannya sebelum melaksanakan kegiatan belajar tatap muka, pihaknya memastikan sarana dan prasarana seperti tempat cuci tangan, pengaturan tempat duduk dan arah mobilisasi anak baik keluar dan masuk lingkungan kelas dan sekolah juga menjadi perhatian utama.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya juga mengeluarkan instrumen untuk meminta persetujuan orang tua untuk anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka. “Kita juga mendata anak-anak dan orang tua mereka yang mempunyai penyakit bawaan (komorbid), dan kepada mereka yang mempunyai komorbid disarankan kepada orang tua dan siswa untuk tidak turun ke sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakasek Bidang Kurikulum, SMP N 1 Pangkalan Bun, Sri Maharani menambahkan pada pelaksanaan hari pertama PTM, sesuai dengan jadwal para siswa sedang menjalani penilaian tengah semester, sehingga waktu belajar mereka sudah ditentukan sesuai dengan jadwal tengah semester.

“Jadi pada hari ini mereka melaksanakan PTS secara online, karena sebelumnya pihak kurikulum telah menyiapkan bahwa PTS dilaksanakan dengan berbasis online,” terangnya.

Ia mengungkapkan untuk jumlah pelajar yang masuk kelas jumlahnya 50 persen dari jumlah pelajar, jadi kalau satu kelas ada 32 sehingga yang masuk sekolah 16 anak tiap kelas, dan hal ini dilakukan bergantian, dan yang 16 tetap belajar online di rumah. (tyo/sla)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *