Remaja di Gumas Diingatkan Bahaya Ngelem

Kasat Narkoba Polres Gunung Mas Iptu Budi Utomo

KUALA KURUN – Sekarang ini, anak berusia remaja di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) khususnya Kota Kuala Kurun rentan terpengaruh menghirup lem aibon. Efeknya berupa penurunan kesadaran seperti mabuk yang umum dialami pengguna obat-obatan terlarang dan narkotika, menyebabkan pusing, serta sensasi euforia atau halusinasi.

“Mari bersama-sama untuk mewaspadai bahaya menghirup lem aibon, karena dapat mengakibatkan pernapasan akut, kerusakan otak, serta gangguan ritme jantung serta pernapasan,” ucap Kapolres Gumas AKBP Irwansah, melalui Kasat Narkoba Ipda Budi Utomo, Jumat (14/1).

Saat ini lanjut dia, menghirup lem aibon digunakan sebagai alternatif untuk mabuk-mabukan, karena harga lebih murah terutama di kalangan anak usia remaja. Akan tetapi, mereka tidak menyadari bahaya dibaliknya.

“Banyak yang tidak tahu bahaya menghirup lem aibon bisa fatal dan mengancam nyawa. Risiko dari menghirup lem juga akan menyebabkan masalah kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang, dan bahkan kematian,” ujar Budi.

Lebih lanjut dijelaskannya, pengalaman yang dirasakan setiap orang saat menghirup lem aibon mungkin berbeda-beda. Selain itu, tingkat bahaya menghirup lem aibon juga bisa berbeda pada satu episode dengan episode sebelum atau selanjutnya.

“Kalau gejala jangka pendek yang merupakan risiko menghirup lem aibon, yakni aroma zat kimia pada nafas, sakit kepala, pusing, mual, muntah, nyeri abdominal, perubahan emosi, koordinasi tubuh terganggu, dan kelelahan,” papar Budi.

Pihaknya pun meminta kepada seluruh orang tua yang memiliki anak usia remaja, agar terus melakukan pengawasan secara intensif terhadap anak-anak mereka, untuk mengantisipasi adanya pergaulan bebas yang dapat menjerumuskan anak-anak menjadi pengguna lem aibon atau mengkonsumsi narkoba.

Pos terkait