Sapi Tetap Dibiarkan Berkeliaran di Jalanan

Pemilik Seolah Peduli dengan Keselamatan Pengendara

sapi berkeliaran bahayakan pengguna jalan
RAWAN TIMBULKAN KECELAKAAN: Sapi milik warga saat berada di Jalan Ahmad Shaleh, Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama pada malam hari, belum lama ini. (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Keberadaan puluhan ternak sapi milik warga di Kelurahan Mendawai Seberang dan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dinilai membahayakan para pengguna jalan. Pasalnya sapi – sapi tersebut kerap dibiarkan berada di tepi Jalan Ahmad Shaleh, ruas Pangkalan Bun menuju Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam).

Minimnya penerangan di ruas jalan tersebut saat malam hari, membuat sapi-sapi yang sedang makan rumput di tepi jalan kaget dan panik ketika tersorot lampu kendaraan.

Bacaan Lainnya

Ketika panik, ternak tersebut bukannya lari menjauh, secara reflek justru berlari mendekati arah lampu dan akhirnya tertabrak kendaraan. Akibatnya sering terjadi  kecelakaan yang melibatkan sapi di ruas jalan tersebut dengan menimbulkan korban luka maupun meninggal dunia.

Anehnya ketika terjadi kecelakaan, apalagi yang fatal tidak ada satupun pemilik sapi yang mengaku bahwa sapi yang menyebabkan kecelakaan adalah milik mereka.

Pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH), Satpol PP Kobar, Pemerintah Kelurahan Mendawai Seberang, dan Raja Seberang serta warga pemilik ternak sejatinya telah membuat kesepakatan terkait keberadaan sapi agar tidak lagi berkeliaran di jalan pada tahun 2018 silam.

Baca Juga :  Minta Tak Panik Sikapi PMK, Bupati Kotim Sebut Bisa Manfaatkan Sapi Lokal

Kesepakatan tersebut diambil guna menyikapi peristiwa kecelakaan yang melibatkan sapi dan pengendara roda dua hingga meninggal dunia. Namun, kesepakatan itu diduga sering dilanggar oleh pemilik ternak sapi dengan alasan bahwa naiknya sapi ke darat merupakan imbas dari banjir.

Salah seorang warga Kecamatan Kotawaringin Lama, Saprudin mengkhawatirkan bahwa sapi yang berkeliaran tersebut, suatu ketika akan kembali menimbulkan korban bila tidak ada penegasan dari instansi terkait.“Saya melalui ruas jalan ini dari jalan masih belum bagus, sampai mulus dan jalan dalam kondisi kembali rusak, tetapi sapi-sapi ini masih saja berkeliaran di jalan, bertahun-tahun persoalan ini tidak pernah selesai,” ungkapnya, Minggu (10/10).

Untuk itu ia berharap kesadaran dari para pemilik sapi agar memperhatikan dan mengawasi serta mengandangkan sapi-sapi milik mereka, sehingga tidak berkeliaran di jalanan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *