Satpam dan Warga Perumahan Wengga Happy Sampit Geger, Ternyata Ini Penyebabnya

fakta indo wengga happy
Potongan layar keributan di salah satu perumahan di kota sampit (instagram @fakta.indo)

SAMPIT, radarsampit.com – Suasana tenang di Kompleks Perumahan Wengga Happy, Kecamatan Baamang, mendadak gaduh pada Senin (14/7/2025) malam. Sejumlah petugas satuan pengamanan (satpam) kompleks memicu keributan setelah salah sasaran saat menggerebek salah satu rumah warga.

Penggerebekan itu dilakukan setelah seorang satpam yang dikenal dengan nama Ijul, mencurigai seorang penghuni rumah karena membawa perempuan muda ke dalam rumahnya.

Bacaan Lainnya

Diduga curiga dengan gerak-gerik tersebut, Ijul bersama beberapa rekannya langsung mendatangi rumah itu dan memanggil penghuni dari luar.

Namun, aksi mereka justru berbuntut cekcok. Pemilik rumah merasa tidak terima diperlakukan seperti pelaku asusila. Keributan itu pun menarik perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong datang untuk melerai.

“Nama Satpamnya Ijul. Dia datang bareng teman-temannya, katanya curiga karena ada cewek yang masuk ke rumah itu malam-malam,” ujar Ida, salah seorang warga.

Masalah semakin memanas setelah diketahui bahwa perempuan yang dicurigai itu ternyata adalah adik dari pemilik rumah. Merasa dilecehkan, pemilik rumah melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian.

Bahkan, video pertengkaran mereka sempat beredar luas di media sosial.

Meski begitu, beredar pula kabar berbeda dari warga lainnya yang menyebutkan bahwa perempuan tersebut bukan adik, melainkan kekasih dari si pemilik rumah.

“Ada yang bilang adiknya, ada juga yang bilang pacarnya. Kita juga jadi bingung, tapi tetap saja cara satpam menanganinya itu bikin warga resah,” tambah Ida.

Setelah menerima laporan, aparat Polsek Baamang langsung turun ke lokasi dan mengamankan semua pihak yang terlibat. Baik Ijul dan rekan-rekannya, maupun pemilik rumah turut dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

“Waktu penggerebekan, satpam itu katanya nekat dobrak pintu karena tidak ada jawaban dari dalam rumah. Kaca rumah sampai pecah. Pemilik rumah emosi, akhirnya cekcok makin memanas,” jelas seorang warga lainnya.

Kasus ini menyoroti pentingnya prosedur dan komunikasi yang tepat dari pihak keamanan lingkungan agar tidak menimbulkan salah paham dan konflik dengan warga. (sir)

Pos terkait