Anggota KPPS Meninggal Dunia Setelah Menjalankan Tugas Tiga Hari Berturut-turut

tewas
Ilustrasi. (net)

Radarsampit.com – Kabar duka datang dari seorang anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) bernama Rita Setyaningsih.

Perempuan berusia 41 tahun yang merupakan warga Kelurahan/Kecamatan Maospati, Magetan tersebut menghembuskan nafas terakhirnya setelah menjalankan tugasnya selama tiga hari berturut-turut.

Bacaan Lainnya

Saat terakhir kali mengikuti rapat pada Minggu (11/2/2024), Rita diketahui sempat mengeluhkan tubuhnya yang merasa tidak enak badan usai mengikuti rapat sekitar pukul 21.00 WIB.

Tak lama, Rita dibawa ke UGD RSAU Efram Husada untuk mendapatkan perawatan medis, namun sayangnya takdir berkata lain. Rita dinyatakan meninggal dunia pada Senin (12/2/2024) pukul 04.00 WIB.

Dilansir dari Radar Madiun (Jawa Pos Group), Selasa (13/2/2024), Rita sempat mengikuti serangkaian kegiatan persiapan pemungutan suara tiga hari sebelumnya.

“Yang bersangkutan anggota KPPS di TPS 014 Kelurahan Maospati,” ungkap Lurah Maospati Indra Ariesta Ardy.

Baca Juga :  Begini Kritik Wakil Rakyat terkait Skandal Persalinan di Sampit

Indra kemudian menceritakan kronologi meninggalnya perempuan yang tercatat aktif sebagai PNS berpangkat Pengatur Tingkat I (II/d) tersebut.

Rita sendiri juga merupakan seorang Ibu dengan tiga orang anak. Saat itu Rita sedang sibuk menyiapkan pencoblosan sejak Jumat (9/2/2024) atau sehari sebelum masa kampanye berakhir.

Dari siang hingga sore, Rita menulis dan memilah 285 lembar form C Pemberitahuan kepada warga yang tercatat sebagai pemilih di TPS 014.

Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan pada keesokan harinya. Pada Sabtu (10/2/2024), Rita mengantar undangan ke warga DPT TPS 014 di sekitar Jalan Pandan dan Jalan Merbabu.

Minggu (11/2/2024) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB Rita menghadiri simulasi Sirekap dari PPS Maospati. Kesibukan Rita tersebut berlanjut hingga malam.

Sekitar pukul 19.30 WIB, mengembalikan form C Pemberitahuan yang tidak terdistribusikan di sekretariat KPPS bersama anggota lainnya dan linmas.

Kemudian dilanjut dengan rapat serta penandatanganan surat pertanggungjawaban dan aktivitas Rita pun mulai semakin padat.

Sekitar pukul 21.00 WIB Rita mulai mengeluhkan pusing, tangan sebelah kanan kaku, serta tangan sebelah kiri lemas.



Pos terkait