”Sepuluh tahun itu sangat lama. Bahkan lebih lama dari saya berumah tangga. Saya berumah tangga belum pernah sampai sepuluh tahun. Selama itu tidak pernah terjadi masalah apa-apa,” ujarnya.
Rekan sekaligus pasangan politik Taufiq Mukri saat pilkada 2020, Supriadi, mengungkapkan, almarhum memiliki kepribadian yang ramah, lemah lembut, dan tidak suka berdebat.
”Almarhum mengutamakan sifat yang mengayomi, rendah hati, dan humoris. Siapa yang tidak kenal dengan selemar humor beliau yang kerap mencairkan suasana?” ujar Supriadi.
Dalam politik, lanjut Supriadi, Taufiq selalu menyatakan sikap yang mendinginkan suasana tensi politik. ”Beliau santun, bersahaja, dan beretika,” ujarnya.
Keteladanan Taufiq tak berhenti di usia senjanya. Bahkan, ketika dia menderita sakit. Hal tersebut diungkap menantu Taufiq Mukri, Boy Hamzah Notonegoro, suami Rina Amalia.
Menurut Boy, selama bulan puasa lalu, Taufiq tetap menjalani ibadah puasa sebulan penuh meski kondisi kesehatannya tak begitu baik. ”Meskipun dalam kondisi stroke, beliau tetap mampu berpuasa 30 hari penuh dan mau berpuasa sunnah,” ujarnya.
”Abah (alm Taufiq, Red) itu senang guyon. Meninggal pun dengan wajah tersenyum, seperti tidak ada beban,” tambah Boy.
Boy mengenang ketika mertuanya itu masih aktif menjabat sebagai Wakil Bupati Kotim yang selalu ramah kepada semua kalangan. ”Saya melihat sendiri ketika datang ke Sampit. Beliau baik kepada siapa saja. Rumahnya selalu terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan dan berkeluh kesah 24 jam. Tanpa protokol dari Satpol PP atau ajudannya. Berbeda dengan pejabat lain,” ujarnya.
Boy pun mengaku bangga dengan almarhum mertuanya selama menjalankan tugas sebagai Wabup Kotim pada masanya. ”Setiap menjalankan tugas pemerintahan dan administrasi, beliau lakukan itu dengan sebaik mungkin. Beliau bapak yang hebat, sosok yang penyabar, penyayang dengan keluarga, dan juga cucu-cucunya. Abah itu sosok yang melayani tidak hanya keluarga tapi juga masyarakat,” katanya.
Dia mengaku sangat kehilangan sosok ayah mertua yang begitu disayanginya. ”Tidak ada lagi canda tawanya. Tidak ada lagi ayah mertua sebaik beliau. Kami dari pihak keluarga berusaha ikhlas dan memohon doa semoga semua amal baiknya semasa hidup diterima di sisi Allah dan segala dosa-dosanya diampuni Allah SWT,” tandasnya.








