SPBU Rugi Puluhan Juta Rupiah

Pengiriman BBM Terhambat Banjir

HABIS : Pengawas SPBU Kuala Kurun Marsony ketika berada di kawasan SPBU yang terpaksa ditutup, karena pasokan BBM yang terhambat, Selasa (21/9) kemarin. (arham/radarsampit)

KUALA KURUN – Dalam dua minggu terakhir ini, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari depo Pertamina Pulang Pisau yang didistribusikan ke Kuala Kurun mengalami keterlambatan. Hal ini mengakibatkan masyarakat kesulitan dalam mendapatkan BBM.

”Sudah dua minggu, distribusi BBM ke SPBU Kuala Kurun terlambat. Itu karena faktor alam, yakni banjir yang terjadi di Bukit Rawi, Desa Penda Barania, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau,” ucap Pengawas SPBU Kuala Kurun Marsony, Selasa (21/9).

Keterlambatan pendistribusian tersebut terjadi karena, truk pengangkut BBM harus mengantri selama berjam-jam bersama kendaraan lain untuk melintas di lokasi banjir di Bukit Rawi.

”Pasokan BBM terus didistribusikan, namun dalam perjalanannya mengalami keterlambatan karena banjir tadi. Jadi yang terjadi bukan karena kelangkaan,” ujarnya.

Dampak dari keterlambatan distribusi BBM itu lanjut dia, dari SPBU Kuala Kurun juga mengalami kerugian materiil, karena jika tidak ada penyaluran, maka tidak ada keuntungan yang didapatkan dari penjualan BBM itu.

”Kalau diestimasi, dalam satu minggu kerugian SPBU mencapai Rp 20-40 juta, jika BBM tidak didistribusikan,”beber Marsony.

Dikhawatirkan pihaknya, apabila banjir di Bukit Rawi tidak surut, maka ada rencana pendistribusian BBM menuju Kuala Kurun diperbantukan dari depo Pertamina Banjarmasin, dengan jalur dari Tamiang Layang menuju Buntok hingga Kuala Kurun.

”Kalau melewati Jalan Palangka Raya-Tumbang Jutuh-Linau-Kuala Kurun dalam distribusi BBM, resikonya lebih tinggi. Kondisi jalan yang belum beraspal tidak akan mampu menahan beban truk tangki BBM berukuran besar,” terangnya.

Sejauh ini lanjut dia, SPBU Kuala Kurun terus berkoordinasi dengan Pertamina depo Pulang Pisau dalam pendistribusian BBM. Dari koordinasi itu, sudah ada beberapa truk tangki BBM yang berisi pertalite 10 kiloliter, pertamax delapan kiloliter, dan pertamina dex delapan kiloliter.

”Mudah-mudahan ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap BBM. Untuk saat ini, kebutuhan masyarakat terhadap pertamax dan pertalite dalam sehari mencapai 10-20 ribu kiloliter dan pertamina dex 3-5 ribu liter,” pungkas Marsony. (arm/gus)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *