Strategi Baru Pemprov Kalteng Lacak Penularan Covid-19

Covid-19
DETEKSI VIRUS: Penerapan test swab antigen untuk mencari lebih banyak kasus penularan Covid-19 yang dilakukan di Palangka Raya baru-baru ini. Dan dalam waktu dekat pola ini akan diterapkan secara masif di seluruh Kalteng. (istimewa)

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengembangkan strategi baru untuk menemukan penularan kasus Covid-19 di suatu wilayah atau lingkungan melalui kebijakan tracking atau pelacakan.

Sebelumnya pemeriksaan hanya menyasar kepada kontak erat, terutama orang-orang yang menunjukkan gejala. Namun nantinya pemerintah membuat skema pemeriksaan yang lebih luas, yang akan menyasar lingkungan dan tempat kerja orang yang sebelumnya telah dinyatakan positif Covid-19.

Bacaan Lainnya

”Jika selama ini yang dilacak dan diperiksa hanya orang yang kontak erat saja, nanti ke depan diperluas. Bisa saja 30 orang yang akan turut diperiksa dalam pelacakannya,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng, Suyuti Syamsul, kemarin. Artinya, jika ada seseorang dalam suatu lingkungan dinyatakan positif Covid-19, maka yang dilacak tidak hanya orang yang tinggal satu rumah dengan yang bersangkutan. Akan tetapi tetangga yang berada satu RT dengan yang bersangkutan juga akan diperiksa. Begitu juga dengan lingkungan kerja yang bersangkutan juga harus diperiksa.

Baca Juga :  Galian C Diduga Ilegal Baru Dihentikan setelah Pemkab Turun ke Lapangan

”Misalkan di lingkungan RT ada yang terpapar, maka 30 orang tetangga ataupun orang di tempat kerjanya akan dikejar pemeriksaannya. Jadi yang diperiksa tidak hanya kontak erat, tapi orang di sekitarnya juga,” ucapnya.

Suyuti juga menyatakan,  skema tersebut tentunya tentu akan membuat lonjakan kasus Covid-19 di Kalteng. Namun demikian dirinya menganggap hal tersebut wajar, mengingat melalui skema perluasan pelacakan ini pemerintah akan mencari habis-habisan orang yang terpapar Covid-19.  Sehingga diharapkan melalui pemeriksaan antigen yang diterapkan dalam skema tersebut akan membuat penanganan Covid-19 lebih cepat. Tidak hanya penanganan di rumah sakit, namun karantina terhadap orang yang memiliki gejala dapat dilakukan lebih cepat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.