Ketua YBM PLN UID Kalselteng, Legiman, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dari amanah para muzakki (karyawan PLN) untuk membantu sesama.
“YBM PLN hanyalah perantara dari insan PLN yang telah menitipkan sebagian penghasilannya untuk membantu masyarakat di sekitar kita yang membutuhkan. Harapannya, bantuan seperti ini dapat menumbuhkan kemandirian sehingga penerima manfaat (mustahik) kelak bisa menjadi pemberi manfaat (muzakki),” kata Legiman.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, turut memberikan apresiasi terhadap berbagai program yang diinisiasi YBM PLN. Ia menilai kegiatan ini merupakan bagian penting dari peran PLN sebagai agen pemberdayaan sosial di tengah masyarakat.
“Kegiatan YBM mencerminkan kepedulian PLN yang sejalan dengan komitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama lingkungan. Semoga bantuan ini menjadi pemantik semangat bagi para mustahik untuk lebih produktif dan berkontribusi bagi perekonomian keluarga maupun masyarakat,” ujar Iwan.
Bantuan ini menjadi langkah nyata PLN melalui YBM dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui dukungan ini, para penerima manfaat memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen PLN untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di sektor sosial dan ekonomi, serta mewujudkan masyarakat yang lebih berdaya dan mandiri. (*)








