Transmigrasi SP Pugar Desa Rangda Didanai APBN 

transmigrasi
TRANSMIGRASI: Paparan konsultan laporan terakhir Rencana Teknis Satuan Pemukiman (RTSP), di Kantor Dirjen Kementerian Desa dan Transmigrasi, baru-baru ini. (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Rencana Transmigrasi Satuan Permukiman Pemugaran (SP Pugar), di Desa Rangda, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dimantabkan. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat memenuhi undangan Dirjen Kementrian Desa dan Transmigrasi di Jakarta.

Kadisnakertrans, Camat Arut Selatan, Kepala Desa Rangda, dan Konsultan dari Provinsi Kalimantan Tengah, mereka memaparkan laporan terakhir Rencana Teknis Satuan Pemukiman (RTSP).

Kepala Desa Rangda Muhammad Umar mengatakan, pemaparan RTSP di Dirjen Kementerian Desa dan Transmigrasi merupakan wujud keseriusan pemerintah daerah terhadap realisasi rencana penempatan Desa Rangda sebagai lokasi transmigrasi SP Pugar.

“Kita sudah paparkan dan bila tidak ada aral melintang maka tahun 2023 sudah kita mulai kegiatannya,” ujarnya, Sabtu (1/10).

Menurutnya hasil dari pemaparan tersebut sangat positif dan diapresiasi oleh Dirjen, hanya menunggu langkah selanjutnya, terutama yang berkaitan dengan anggaran.

Lanjut dia, apabila disetujui usulan konsultan untuk SP1 Pugar Desa Rangda membutuhkan anggaran sekitar Rp82 miliar. “Anggaran itu berdasarkan kajian konsultan, dan diusulkan, mereka setuju dan mendukung, dan masuk dalam usulan anggaran untuk kegiatan di tahun 2023,” ungkapnya.

Baca Juga :  Camp Leakey Telah Dibuka Untuk Wisatawan

Ia menjelaskan, terkait penempatan transmigrasi SP Pugar diwilayahnya, pemerintah desa setempat sudah siap dengan masuknya program tersebut, bentuk kesiapan desa dengan menyediakan lahan APL seluas 1.172 hektare.

Rencananya transmigrasi SP Pugar di desa mereka terdiri dari 3 satuan permukiman, yaitu SP 1, SP 2, dan SP 3, dan akan dilaksanakan secara bertahap.

Disebutkannya bahwa untuk penempatan SP 1 Pugar berlokasi antara Desa Rangda menuju dusun Tonam. Dan bila terealisasi maka transmigrasi Pugar merupakan yang pertama kali di Indonesia, apabila berhasil tentunya Desa Rangda akan jadi percontohan Transmigrasi Pugar di Indonesia.

Namun demikian, diharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kobar maupun provinsi, tentang sarana dan prasarana sebelum transmigrasi pugar masuk, karena Desa Rangda belum ada jaringan listrik PLN, dan juga blm fungsional nya Akses jalan menuju kabupaten, yaitu di KM 24 Kotawaringin Lama. (tyo/sla)

Pos terkait