Wabup dan Ketua DPRD Kotim Pergoki Wanita Penghibur, Remaja Ngelem, Langsung Berikan Peringatan

Wakil Bupati Kotim Irawati menghampiri waria yang kepergok saat pihaknya melakukan operasi penertiban
PENERTIBAN: Wakil Bupati Kotim Irawati menghampiri waria yang kepergok saat pihaknya melakukan operasi penertiban, Kamis (4/3), menjelang dini hari.(HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Penyakit masyarakat berupa prostitusi terselubung dan lainnya yang kerap dilakukan malam hari, mengusik Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati. Orang nomor dua di Kotim itu mengajak sejumlah srikandi di lingkup pemerintahan di Kotim terjun langsung menggelar operasi penertiban.

Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Irawati, Kamis (4/3), menjelang dini hari, dikawal Plt Kepala Satpol PP Kotim Rahmat Widi Sujarwo bersama 18 anggota lainnya. Dia juga didampingi Ketua DPRD Kotim Rinie dan anggota DPRD Kotim Modika Latifah Munawaroh.

Bacaan Lainnya

Irawati mengajak Satpol PP untuk aktif memantau, mengawasi, menertibkan, dan mendata aktivitas masyarakat di malam hari yang dianggap meresahkan.

”Kegiatan malam ini sebagai tindak lanjut atas perintah Pak Bupati (Halikinnor) agar Satpol PP jangan diam di tempat, seolah-olah tidak bekerja. Malam ini saya mengajak Satpol PP patroli, memantau dan mendata tempat yang sering dijadikan sebagai pesta miras, ngelem, dan lokasi prostitusi,” kata Irawati.

Sebagai Wakil Bupati Kotim terpilih yang dilantik Jumat (26/2) lalu, Irawati merasa memiliki tanggung jawab untuk meringankan pekerjaan Bupati Kotim dalam mengatasi persoalan yang terjadi di Kotim. ”Saya siap turun ke lapangan dan ingin tahu kinerja Satpol PP,” katanya.

Irawati mengaku menerima sejumlah laporan masyarakat melalui telepon genggamnya. ”Saya menerima laporan informasi lewat handphone yang rata-rata perempuan. Mereka menginginkan adanya kegiatan seperti ini (penertiban),” katanya.

Cuaca cerah malam itu mendukung langkah Irawati memantau aktivitas masyarakat di malam hari. Gayanya yang kasual dengan setelan jaket dan celana panjang jeans dipadu kerudung pink, senada dengan pewarna bibir berwarna merah muda serta masker berwarna hijau tosca, semakin membuatnya menawan malam itu.

Aura semangat dalam jiwanya dalam menjalankan kewajiban sebagai Wakil Bupati Kotim menularkan semangat terhadap orang di sekitarnya. Tak ada kata lelah terucap. Sepatu merah yang dikenakannya begitu lincah membawanya mengitari Kota Sampit.

Dia pun dengan tegas berulang kali berkata dalam setiap kesempatan wawancara agar tak memandang perempuan lemah dan tak bisa berbuat apa-apa. ”Jangan memandang karena saya perempuan tidak bisa melakukan banyak hal. Ayo, saya bilang ke Ibu Rinie, kita perempuan, kita tunjukkan kita bisa bekerja, kita langsung turun lapangan,” ucapnya.

Dia berangkat dari Kantor Setda Kotim memantau Stadion 29 November yang terlihat gelap gulita. Irawati dan rombongan juga memantau Kawasan Ikon Jelawat dan mendapati dua remaja, putra dan putri, sedang menikmati aroma lem. Keduanya lalu digiring ke mobil bak terbuka Satpol PP.

Setelah menertibkan remaja ngelem, Irawati cs melanjutkan misi menyusuri Jalan Moh Hatta, jalur lingkar selatan. Tak memerlukan waktu lama, sidak tersebut mendapat target penertiban. Dua perempuan berusia sekitar 35 tahun ke atas terlihat menenteng tas dan berpakaian seksi. Keduanya duduk di depan warung yang tutup.

Irawati langsung menghampiri dan menanyakan maksud keberadaan mereka duduk di malam hari. ”Untuk apa duduk berdua malam-malam begini? Lebih baik pulang. Diingat anak dan suami di rumah,” ucapnya.

Dua perempuan itu dilepaskan dan hanya didata, lalu diizinkan pulang. Malam yang semakin larut dengan suhu udara dingin, tak membuat Irawati dan rombongannya menghentikan pemantauan.

Belum sampai sekitar 50 meter dari target pertama, mereka kembali memergoki aktivitas mencurigakan. Dua wanita penghibur terlihat duduk santai. Mereka duduk di warung kopi remang-remang dengan pencahayaan seadanya. Ada beberapa kopi kemasan rentengan menggantung di sebatang kayu dan tempat penyimpan air panas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *