Wagub Kalteng Ikuti Rakor Penanganan Wabah PMK, Presiden Perintahkan Hal Ini

PEMPROV-KALTENG
RAKOR: Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Hewan Ternak secara virtual dari, Jumat (24/6). (IST/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA, RadarSampit.com – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Hewan Ternak secara virtual dari Ruang Rapat Wagub Kalteng, Jumat (24/6). Kegiatan itu diikuti seluruh kepala daerah serta Kepala BPBD se-Indonesia.

Rapat dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto. Letjen TNI Suharyanto menyampaikan arahan Presiden RI Joko Widodo terkait penanganan PMK, di antaranya lockdown daerah merah, melakukan komunikasi publik, dan pemulihan ekonomi.

Bacaan Lainnya

”Lockdown tingkat kecamatan yang dalam satu provinsi 50 persen kecamatannya terinfeksi. Terkait komunikasi publik agar melakukan edukasi kesehatan hewan dan ternak kepada masyarakat dari tingkat pusat sampai daerah. Selain itu, agar penanganan PMK harus tegas, karena menyangkut perekonomian. Jangan sampai tidak bisa import dan tidak ada mobilisasi orang ke dan dari luar negeri,” kata Suharyanto.

Baca Juga :  Bunuh Ratusan Ternak Babi, Virus ASF Tak Menular ke Manusia

Mengenai pengobatan PMK pada hewan, Suharyanto mengungkapkan, belum ada antiviral khusus. Hewan yang terkena PMK rentan diserang infeksi bakteri, sehingga perlu diberi antibiotik. Vaksinasi sebagai salah satu upaya pemberian kekebalan pada hewan ternak. Satgas akan mendukung terapi alternatif pendukung seperti plasma konvalesen.

Untuk sebaran kasus PMK di Kalteng, yakni di Kabupaten Kotawaringin Barat sebanyak 208 hewan, Kotawaringin Timur 46 hewan, Sukamara 25 hewan, Pulang Pisau 5 hewan dan Kota Palangka Raya 48 hewan.

Pos terkait