Warga Sampit Protes Truk Angkut Pasir Tak Ditutup

truk pasir
MEMBAHAYAKAN: Truk pengangkut pasir yang tak ditutup terpal dinilai membahayakan pengendara.

SAMPIT, radarsampit.com – Pengendara di jalan umum Kota Sampit menyesalkan banyaknya truk pengangkut material pasir dan tanah uruk yang tidak ditutup saat melintas. Hal tersebut berpotensi memicu kecelakaan, karena membuat pengendara motor di belakangnya terkena pasir beterbangan.

”Saya berharap Dishub Kotim menertibkan truk yang bawa material di jalan umum, tapi tidak ditutup terpal. Saya sendiri merasakan akibatnya saat di belakang truk siang hari. Pasirnya beterbangan. Untungnya saya segera menepi karena mata saya kemasukan pasir,” kata Yulianti, warga Kota Sampit, Senin (12/2/2024).

Bacaan Lainnya
Gowes

Yulianti menuturkan, apabila siang hari, pasir kering yang dibawa truk tanpa penutup selalu berhamburan. Kondisi itu sudah sering terjadi tanpa perhatian dan pengawasan instansi terkait.

”Kalau di daerah lain saya libat ditutup truknya dengan terpal, sehingga pasir-pasir yang dibawa itu tidak beterbangan kena angin,” ujarnya.

Baca Juga :  Rumah Betang Wujudkan Mimpi Warga Dayak di Kotim sejak Lama

Hal serupa dikeluhkan warga lainnya. Desi Natali, mahasiswi di Sampit mengaku pernah mengalami pasir material masuk ke matanya saat berkendara. Dia sampai nyaris jatuh karena helemnya tidak bisa ditutup.

”Saat saya pulang dari kampus siang membuntuti truk bermuatan pasir. Karena cuaca berangin, sepertinya material pasir halus itu terbang dan kena mata. Seharian mata merah dan berair,” katanya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kotim Handoyo J Wibowo mengatakan, pengawasan oleh instansi terkait perlu dilakukan terhadap angkutan yang melintas di jalan umum.

”Tidak hanya khusus dalam kota, tetapi juga ketentuan wajib ditutupnya material ini harus berlaku selama melintas di jalan umum. Ini penting, karena berkaitan dengan keselamatan pengendara lain,” ujar Handoyo.

Handoyo memang kerap menemui truk bermuatan material tidak pernah ditutup. ”Bukan hanya truk saya lihat, tetapi pengangkut semen juga demikian. Satu pikap dibawa, tapi dibiarkan terbuka. Banyak debu yang akhirnya beterbangan ketika di jalan umum. Saya sepakat ini memang harus ditertibkan,” katanya. (ang/ign)



Pos terkait