Wilayah PPKM Darurat Ditambah

Wilayah PPKM Darurat Ditambah
Vaksinasi dengan menyasar kalangan pelajar SMA sederajat di Palangka Raya, baru-baru tadi.(istimewa)

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menambah dua kabupaten yang ikut menerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperketat. Dua kabupaten itu, yakni Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat.

Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo menyebutkan, dengan pembahan dua kabupaten tersebut maka sekarang ini total ada lima daerah yang melaksanakan PPKM diperketat, setelah sebelumnya Kota Palangka Raya, Kabupaten Sukamara dan Lamandau.

Bacaan Lainnya

“Kelima wilayah tersebut dalam beberapa terakhir cenderung kasus konfirmasi positifnya meningkat,” katanya saat Rapat Koordinasi Evaluasi dan Pembahasan Perpanjangan PPKM Mikro Diperketat dan PPKM Darurat, Sabtu (18/7)

Pengetatan PPKM di wilayah Kalteng dan masuknya sejumlah daerah dalam pengawasan merupakan tindak lanjut Menteri Dalam Negeri nomor 17 Tahun 2021 yang diubah menjadi Instruksi Mendagri nomor 20 Tahun 2021, dan Instruksi Gubernur Kalteng nomor 180 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro.

Baca Juga :  Suporter Sepak Bola Harus Lebih Dewasa, Pencinta Bola Kalteng Gelar Doa Bersama

“Sebelumnya ada tiga kabupaten dan kota, namun melihat situasi perkembangan kasus yang selalu meningkat, maka berdasarkan evaluasi ada dua kabupaten lagi yang diperketat PPKM-nya,” ucapnya.

Edy juga menegaskan, pemerintah provinsi segera menindak lanjuti arahan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, yang disampaikan dalam rapat koordinasi PPKM beberapa waktu lalu.

Dimana dalam arahannya, menteri meminta seluruh pemerintah daerah mengoptimalkan pelaksanaan PPKM dan percepatan vaksinasi Covid-19. Kedua hal tersebut harus berjalan bersama sebagai salah satu upaya menekan laju kasus yang terjadi sejak akhir bulan lalu.

“Upaya menekan kasus agar tidak terus mengalami lonjakan terus dilakukan, sehingga pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk mendukung berbagai upaya yang tengah dilakukan saat ini,” pungkas Edy. (sho/gus)



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *