Bangun Tiga Ruang Terbuka Hijau di Sampit, Diselesaikan Bertahap sampai 2024

ruang terbuka hijau sampit
KEJAR TARGET: Para pekerja menggarap ruang terbuka hijau (RTH) di Jalan Cristopel Mihing yang masih tahap pembangunan, Rabu (14/12). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun tengah membangun ruang terbuka hijau (RTH) di tiga lokasi. Fasilitas publik itu dibangun di Jalan Tidar, Pramuka, dan Jalan Cristopel Mihing.

Pembangunan RTH dilakukan bertahap sampai 2024. Pada tahap satu, tiga lokasi RTH tersebut dikerjakan sesuai dengan anggaran yang tersedia. ”Progress pembangunan tahap 1 untuk RTH di Jalan Cristopel Mihing dan Pramuka sudah 90 persen dan di Jalan Tidar sudah 100 persen, sesuai dengan pagu anggaran. Pembangunan fisiknya masih sekitar 30 persen,” kata Machmoer, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotim, Rabu (14/12).

Bacaan Lainnya

Rencananya, dia melanjutkan, tiga lokasi RTH akan diresmikan Bupati Kotim tahun 2024. Pada 2023, pembangunan RTH di Jalan Pramuka dan Cristopel Mihing akan dilanjutkan.

”Tahun depan akan dilanjutkan lagi pembangunannya untuk RTH di Jalan Cristopel Mihing dan Pramuka. Untuk RTH di Jalan Tidar kemungkinan hanya penambahan penerangan lampu di empat titik. Melihat anggaran yang tersedia,” ujarnya.

Pembangunan RTH di tiga lokasi menelan anggaran dari DBH-DR sekitar Rp4,8 miliar tahun ini. Taman akan terus dirawat dan dipercantik serta ditanami pepohanan.

”Saya ingin ada pohon ulin, meranti, trambesi, dan pohon langka lainnya ditanam di RTH, supaya taman ini tidak hanya menjadi syarat penghijauan saja, tetapi juga sebagai taman edukasi bagi masyarakat yang menikmati sore bersama anak-anaknya agar mengenal jenis pohon yang ditanami,” kata Machmoer.

Di setiap RTH akan ditanami pohon dengan jenis berbeda. Tujuannya untuk memberikan wawasan dan edukasi kepada masyarakat tentang berbagai jenis tanaman maupun jenis pohon pohon kayu.

RTH di Jalan Pramuka dan Tidar memiliki luasan 0,4 hektare dan di Jalan Cristopel Mihing seluas 0,6 hektare. Dengan lahan seluas itu, akan dibangun ruang terbuka hijau yang dipenuhi pohon rindang serta dilengkapi fasilitas jogging track, gazebo, dan wahana permainan anak.

Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, Machmoer menambahkan, dibangunnya RTH juga untuk menata kota lebih indah dan asri. ”Penyediaan ruang terbuka hijau dalam suatu kawasan seperti permukiman memang harus ada sesuai aturan. Idealnya, penyediaannya 10-20 persen dalam satu titik kawasan harus memiliki ada ruang terbuka hijau,” ujarnya.

Pantauan Radar Sampit, di RTH Jalan Pramuka hanya ada tiga pekerja yang melakukan finishing. Di Lokasi ini, pekerjaan dikerjakan CV Borneo Putra Mentaya sebagai pelaksana. Sesuai kontrak kerja, proyek senilai Rp1.450.000.000 telah dikerjakan mulai 7 Oktober dan berakhir 25 Desember 2022.

”Ini tinggal finishing saja. Dilanjutkan lagi tiga bulan lagi,” kata Abdullah salah seorang pekerja di RTH Jalan Pramuka.

Di awal pembangunan, ada lebih dari 20 pekerja yang dilibatkan untuk pembangunan jalur lintasan pejalan kaki. ”Untuk sementara pembangunan sampai di sini saja, karena menyesuaikan anggaran. Tanah yang cekung akan ditimbun dan dilanjutkan lagi pembangunannya tahun depan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun DLH Kotim Gatot Ismutarto selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di RTH Jalan Cristopel Mihing mengatakan, pembangunan area taman dan penimbunan tanah serta penanaman bibit sudah mulai dikerjakan.

Sesuai papan proyek, pekerjaan RTH di Jalan Cristopel Mihing dikerjakan CV Prima Hasta Mandiri sebagai penyedia pelaksana dengan nilai kontrak Rp1.551.000.000. Pekerjaan dilaksanakan mulai 26 September 2022 selama 104 hari kalendar.

”Ada sekitar 100 pohon ulin, bambu, dan jenis buah-buahan yang di tanam di sini. Dalam minggu ini juga akan ditanam. Yang sedang ditanam sekarang rumput dan penimbunan tanah kurang lebih 500 rit,” katanya.

Pos terkait