Begini Isi Status Pemuda Desa sebelum Gantung Diri dan Sempat Dicurigai Rekannya

LOKASI GANTUNG DIRI: Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP pemuda gantung diri di Dusun Baninan, Desa Rubung Buyung, Selasa (12/10). (KAPOLSEK CEMPAGA FOR RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Aksi nekat Endo (25), pemuda di Dusun Baninan, Desa Rubung Buyung, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengakhiri hidupnya di kebun karet Senin (11/10), diduga lantaran sakit hati putus cinta oleh kekasihnya.

Kapolsek Cempaga Iptu Bambang Priyanto mengatakan, peristiwa tersebut diketahui teman korban, Iwo (18), yang curiga membaca status di WhatsApp korban berupa gambar seutas tali yang kerap dipakai orang bunuh diri. Korban juga membuat status layaknya orang yang hendak meninggalkan dunia.

Bacaan Lainnya

”Otw selamanya tuh,” demikian tulisnya status tersebut.

Rekannya langsung bergegas menuju rumah korban. Namun, dia hanya menjumpai adik korban yang mengatakan kakaknya berada di seberang Sungai Cempaga. Iwo langsung mengajak dua rekannya menuju tempat korban berada.

Sekitar 30 meter dari bibir sungai, di kebun karet milik warga setempat, Iwo dan rekannya menemukan korban sudah tergantung dengan seutas tali yang diikat di atas kayu 2,5 meter dari tanah. Tali tersebut menjerat leher korban.

”Tiga saksi melihat korban sudah meninggal dunia. Kemudian saksi menurunkan korban dan langsung membawa jenazahnya ke rumah duka menggunakan kelotok,” kata Bambang, Selasa (12/10).

Dia menuturkan, korban diperkirakan gantung diri sekitar pukul 14.30 WIB, Senin siang. Pihak keluarga menolak jasad korban divisum dan ikhlas menerima korban meninggal karena bunuh diri. (sir/ign)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *