Begini Kendala yang Dihadapi Kotim Menuju Kota Layak

anak anak
BERMAIN: Anak-anak sedang bermain di kolam bola.

Kriteria kelima, pemenuhan hak pendidikan dan kegiatan seni budaya yang dapat dilihat dari persentase pengembangan anak usia dini holistic dan integrative (PAUD-HI) persentase wajib belajar 12 tahun, persentase sekolah ramah anak (SRA), tersedianya fasilitas untuk kegiatan budaya, kreativitas dan rekreatif yang rama anak.

Terakhir, kriteria keenam, pemenuhan hak perlindungan khusus anak korban kekerasan dan penelantaran yang terlayani, persentase anak yang dibebaskan dari pekerja anak dan bentuk-bentuk pekerjaan terbutuk  untuk anak (BPTA) , anak korban pornografi, NAPZA dan terinfeksi HIV/AIDS yang terlayani, anak korban bencana dan konflik yang terlayani, anak penyandang disabilitas, kasus anak yang berhadapan dengan hukum (khusus pelaku) yang terselesaikan melalui pendekatan keadialan restorative dan diversi, anak korban jaringan terorisme yang terlayani dan anak korban stimatisasi akibat pelabelan terkait kondisi orang tuannya.

Bacaan Lainnya
Gowes

“Program Kota Layak Anak ini sudah berjalan sekitar tahun 2017. Setiap tahun dilakukan penilaian oleh KemenPPPA yang sebelumnya sudah melalui proses penilaian peringkat,” katanya.

Baca Juga :  DPRD Kotim Minta Pemkab Audit Pabrik Sawit

Ada beberapa tahapan kategori peringkat untuk menuju KLA, dimulai dari tahapan awal, inisiasi, pratama dengan pemenuhan 500-600 poin, madya dengan pemenuhan 601-700 poin, nindya dengan pemenuhan 701-800 poin, utama dengan pemenuhan 801-900 poin dan KLA dengan pemenuhan 901-1000 poin.

Di Provinsi Kalteng ada tiga kabupaten/kota yang sudah mendapatkan peringkat, di antaranya Kota Palangkaraya naik peringkat dari pratama menjadi madya, Kabupaten Sukamara masih bertahan mendapatkan peringkat pratama selama empat tahun berturut-turut, Kabupaten Kotawaringin Barat bertahan mendapatkan peringkat pratama selama dua tahun berturut-turut.

“Di Kotim belum mendapatkan peringkat. Kami berusaha keras untuk memenuhi kriteria dengan melengkapi berkas dokumen pendukung yang membuktikan bahwa Kotim sudah menerapkan Kota Layak Anak,” ujar Nenny Triana yang belum lama ini dilantik menjabat sebagai Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan Khusus Anak, Kamis (30/3).



Pos terkait