Belasan SOPD Kotim Diperintahkan Ikut Tangani Karhutla

Bahu-membahu Ringankan Tugas Pemadam, Suplai Air ke Lokasi Kebakaran

SOPD bantu tangani karhutla
BANTUAN: Sejumlah SOPD di lingkup Pemkab Kotim menyuplai air ke titik lokasi kebakaran, salah satunya di Jalan Pramuka, Selasa (5/9/2023). (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

Bencana kebakaran lahan yang terjadi setiap hari di berbagai lokasi di Kota Sampit dan sekitarnya cukup menguras tenaga personel tim gabungan pemadam kebakaran. Untuk meringankan beban itu, Bupati Kotim Halikinnor memerintahkan semua satuan organisasi perangkat daeah (SOPD) membantu suplai air.

HENY, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Perintah Bupati Kotim Halikinnor terkait penanganan karhutla yang terus mengganas langsung berjalan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim beberapa hari lalu menyediakan 30 profil tank berkapasitas 1.200-2.300. Tandon air itu dibagikan ke semua SOPD, termasuk DPRD Kotim.

”Kami turut berpartisipasi dalam penanggulangan kebakaran lahan dengan mengoperasikan truk tangki air. Namun, saat ini mobil tangki air Dinas PUPRPRKP Kotim difokuskan untuk penanganan krisis air bersih di wilayah selatan, sehingga untuk penanganan kebakaran lahan kami dibantu menggunakan pikap dan profil tank dari BPBD Kotim,” kata Kaspulzen Heriyanto, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Kotim, Selasa (5/9).

Kaspulzen mengatakan, distribusi air yang disalurkan Tim Dinas PUPRPRKP Kotim mengikuti arahan BPBD Kotim. ”Jadi, kalau diperlukan suplai air, kami siap membantu,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kotim Muhamad Yusuf. Dalam beberapa hari terakhir, Tim DKP Kotim membantu suplai air ke berbagai titik lokasi pemadaman kebakaran lahan. Termasuk pada Senin (4/9), menyalurkan suplai air satu mobil tangki ke Desa Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan yang sedang menghadapi krisis air bersih.

”Sudah beberapa hari ini kami bantu suplai air ke titik lokasi kebakaran lahan. Hari ini Tim DKP Kotim bantu suplai air ke Jalan Pramuka untuk pemadaman kebakaran dan pendinginan. Sehari bisa 2-3 profil tank bolak-balik pengisian, tergantung arahan dari BPBD Kotim,” kata Muhamad Yusuf, Selasa (5/9).

Menanggapi masalah kebakaran lahan di Kotim, Yusuf menyarankan BPBD Kotim segera menaikkan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat. Itu mengingat titik lokasi kejadian kebakaran lahan cukup banyak, yakni sehari bisa 8-10 kejadian. Dengan peningkatan status, akan membantu sumber daya manusia.

Kebakaran lahan yang ditangani tim gabungan pemadam kebakaran kemarin tercatat sebanyak 12 kejadian. Lokasinya di antaranya, di Jalan Pramuka, Ir Soekarno, Jalan Bumi Raya,  Jalan Bukit Raya Jalur III, Jalan Kapten Mulyono, dan lainnya.

”Belasan titik lokasi kejadian kebakaran dibantu suplai air oleh 12 instansi SOPD Kotim dari Kantor Kecamatan Baamang, Dinas Perpustakaan, Dinas Pendidikan Kotim, Inspektorat Kotim, Setda Kotim, Disbudpar Kotim, Sekwan Kotim, Kesbangpol Kotim, DKP Kotim, Dinas PUPRPRKP Kotim, Disperdagin, dan Bappelitbangda Kotim,” kata Agus Mulyadi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotim, Selasa (5/9).

Adapun cuaca kemarin sempat diguyur hujan di beberapa lokasi pada siang hingga sore, yakni di Jalan HM Arsyad, Pelita Barat, dan Kecamatan Baamang hujan ringan. Titik panas terpantau sebanyak 283 titik dengan nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) 125 PM 2,5 atau masuk kategori tidak sehat.

”Ada hujan gerimis, tapi hanya sebentar saja, sekitar 15 menit. Di Baamang juga sore ini hujan ringan, tapi hanya sebentar, sehingga tidak cukup membantu proses pemadaman api di berbagai lokasi,” katanya. (***/ign)

 

Pos terkait