Belasan Tahun Taklukkan Laut, Rindu Keluarga Jadi Tantangan Paling Berat

Kacab Pelni Pangkalan Bun
TEMPAT PULANG: Antonius Lumban Gaol saat bersama istri dan anaknya. (RINDUWAN/RADAR SAMPIT)

”Sebelum diamanahkan menjadi Kepala Cabang PT Pelni per 1 Februari 2021 lalu, saya bertugas di divisi pengamanan bersama dari militer, karena atasan saya dari angkatan laut,” ujarnya.

Selama sembilan tahun bekerja di darat, fokus di kantor, Antonius mengaku ada sedikit kerinduan berlayar. ”Tapi, semua keinginan itu terpenuhi kembali setelah saya menjadi Kepala Cabang PT Pelni Pangkalan Bun. Karena, setiap kali ada kapal datang, saya memantau kondisi di Pelabuhan Panglima Utar Kumai dan saya mengecek kapal,” katanya.

Bacaan Lainnya

”Justru keinginan berlayar itu ingin lihat anjungan. Lihat kapal bermanuver. Kapal tiba dan akhirnya meninggalkan pelabuhan. Semuanya sudah terobati lagi selama di Kumai, karena saat di Jakarta tidak bisa karena fokus di kantor dan rumah,” katanya.

Beberapa bulan tinggal di Kota Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Antonius mengaku sangat betah. Pasalnya, masyarakatnya ramah, aman, serta toleransinya sangat tinggi.

Baca Juga :  Kapal Surabaya-Sampit Nihil Penumpang

”Saya di sini semakin betah dan tidak perlu waktu lama untuk beradaptasi, karena toleransi masyarakatnya, segi keamanan, kekondusifan, dan kebersihan yang selalu terjaga. Meski harus kembali jauh dari keluarga, tapi sekarang sudah ada teknologi yang mendekatkan sehingga bisa mengetahui kabar keluarga setiap saat,” tandasnya. (***/ign)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *