Terpaksa Lebaran tanpa Keluarga

Lebaran tanpa Keluarga
Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit Thomas Chandra

SAMPIT – Kebijakan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah membuat sejumlah pejabat instansi vertikal di Sampit tak pulang kampung halaman. Sebagian dari mereka harus merayakan Lebaran tanpa keluarga.

Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit Thomas Chandra memilih menjalankan tugas dengan ikhlas dan lapang dada. Dia tinggal seorang diri  di rumah dinas tanpa ditemani anak dan istri.

Bacaan Lainnya

Meski situasi itu tak mudah, namun dia mampu melaluinya selama 2,5 tahun belakangan. Thomas mengisi harinya dengan bekerja dan  menyibukkan diri untuk lebih mendekatkan diri pada Allah SWT, seperti membaca Alquran.

Baginya, Lebaran tahun ini maupun tahun lalu tak ada bedanya. Dia tak bisa kemana-kemana. Tak ada hiburan dan tak ada kunjungan. Dia pun masih ingat, ketika Lebaran tahun lalu melaksanakan salat id di Masjid Agung Al Falah yang jaraknya hanya sekian langkah dari kediamannya di Jalan Ahmad Yani.

”Mau kemana juga kalau dalam situasi pandemi Covid-19 seperti ini? Tahun lalu salat id di masjid seberang rumah, jemaahnya hanya tujuh orang. Biar pun sepi, ya tetap salat,” kata pria yang memiliki dua anak ini.

Baca Juga :  Persemaian Mentawir yang Menyuplai Kebutuhan Rehabilitasi Hutan IKN

Dia menuturkan, pegawainya pernah berkunjung ke rumah tahun lalu. Namun, dia tak membuat makanan khusus Lebaran, hanya makan seadanya. ”Tak ada masak apa-apa. Lebaran kami makan pop mie saja. Siangnya baru dapat kiriman ketupat Lebaran dari teman-teman di kantor,” kenangnya.

Untuk mengatasi suntuk dan kebosanan, sesekali Chandra menyetel televisi menyaksikan siaran untuk menghibur diri. ”Nonton televisi kalau bosan. Kalau rindu keluarga tinggal video call,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bandara Haji Asan Sampit Daverius Maarang memilih keluar rumah mencari hiburan saat Lebaran. Meski hanya untuk sekadar mencari makan.

”Rencananya di rumah saja, ikuti instruksi pemerintah. Jaga pelayanan publik dan bandara tetap aman. Kalau bosan di rumah, ya palingan keluar cari makan,” katanya.

Demikian pula Manager PT Pelindo III Pelabuhan Bagendang Akhmad Fajar. Sebelum larangan mudik diberlakukan, dia menjemput anak istri, memboyongnya dari Kalimantan Selatan ke Kota Sampit.



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *