Berkas Lengkap, Pengedar Upal Lamandau Diserahkan ke Kejaksaan

upal lamandau 3
PENGEDAR UPAL: Satreskrim Polres Lamandau melimpahkan berkas dan tersangka beserta barang bukti (tahap II) terkait tindak pidana uang palsu ke Kejaksaan Negeri Lamandau. (Istimewa/Radar Sampit)

“Setelah dilakukan interogasi, orang tersebut mengaku bernama SG yang telah melakukan jasa tranfer uang palsu di BRI Link Najwa Toys Jalan Batu Batanggui Nanga bulik. Selain itu pelaku juga melakukan transfer di agen BRI Link Toko Imam di Desa Bukit Jaya, Kecamatan Bulik Timur Kabupaten Lamandau,” tambahnya.

Untuk memastikan bahwa SG adalah pelakunya, Satreskrim Polres Lamandau bersama dengan Personel Polsek Sematu Jaya melakukan penggeledahan di rumah SG.

Aparat menemukan pakaian korban saat melakukan transfer di agen BRI Link Najwa Toys, uang palsu dan printer alat pencetak uang palsu.

Modus operandinya, pelaku mencetak dengan cara memfotocopy warna uang asli pecahan Rp 100 ribu dengan menggunakan kertas hvs dan mesin printer.

Setelah tercetak selanjutnya dipotong kemudian pelaku mentransfer ke rekening miliknya melalui agen BRI Link dengan menyelipkan beberapa lembar uang palsu tersebut ke dalam uang asli pecahan Rp.100.000.

“Saya belajar dari  internet, saya beroperasi sendiri saja, tujuannya ingin menambah uang tabungan, tapi tidak saya belanjakan ke toko” ucap pelaku saat ditanya.

Baca Juga :  Tim Rescue sampai Masuk Kolong untuk Evakuasi King Kobra

Dalam pengungkapan ini diamankan sejumlah barang bukti, di antaranya berupa 47 lembar uang kertas diduga palsu pecahan Rp.100.000 atau senilai  Rp.4.700.000, satu unit printer, satu  buku tabungan BRI BRITAMA dengan nomor rekening 807901009171530 atas nama Segandi serta kendaraan dan pakaian pelaku.

Atas perbuatannya tersangka dapat dijerat dengan pasal 36 ayat (1) dan (3) undang-undang RI nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 50.000.000.000. (*/sla)

 

 

 

Pos terkait