Bupati Kotim Bakal Tambah Anggaran untuk Ikuti Festival Isen Mulang

festival tandak intan
RITUAL ADAT: Acara Mampakanan Sahur dan Mamapas Lewu merupakan salah satu ritual adat Hindu Kaharingan. (DOK.YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Penampilan kontingen Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang ikut serta dalam Festival Budaya Isen Mulang di Kota Palangka Raya pada Mei lalu dinilai belum memberikan hasil maksimal. Bahkan, persiapan dalam mengikuti festival tersebut masih sangat kurang. Karena itu, Pemkab Kotim akan menambah anggaran keikutsertaan Kotim pada Festival Isen Mulang tahun mendatang.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, dana untuk Festival Isen Mulang yang tadinya sebesar Rp129 juta, akan ditambah Rp350 juta menjadi Rp479 juta. Penambahan tersebut bukan tanpa syarat. Halikinnor meminta kontingen bisa meraih prestasi yang membanggakan untuk Kotim.

Bacaan Lainnya

”Saya minta juara. Jangan duitnya banyak, tapi melempem prestasinya. Saya tidak mau seperti itu,” tegasnya.

Halikinnor mengaku sempat malu dengan penampilan para kontingen yang kurang maksimal. Oleh karena itu, dia berharap dengan ditambahnya anggaran dapat memaksimalkan persiapan para kontingen mengikuti Festival Budaya Isen Mulang di tahun berikutnya, sehingga dapat tampil maksimal.

Baca Juga :  Suami Bacok Kepala Istri hingga Tewas, Anaknya Minta sang Ayah Dibebaskan

”Waktu di Palangka Raya kemarin saya ikut malu, karena kita tidak bisa tampil maksimal. Di pawainya saja kita malu. Makanya, pawai di Banjarmasin kemarin saya turun langsung, sampai saya menyawer di atas mobil hias dan Kotim yang tampil mewakili Kalteng mendapat juara nasional, supaya Kotim muncul di tingkat nasional dan kita juara 1 mengalahkan Jawa Barat dan Banten,” ujarnya.

Dia melanjutkan, penambahan anggaran tersebut untuk segala persiapan maupun pelatihan, sehingga para kontingen bisa tampil maksimal. ”Kalau bisa juara umum. Anggarannya Rp450 juta lebih, minimal meningkatlah prestasinya, jangan itu-itu saja,” katanya.

Festival Budaya Isen Mulang merupakan festival kebudayaan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam rangka menyambut Hari Jadi Provinsi Kalteng yang jatuh pada 23 Mei.

Kegiatan tersebut digelar setiap tahun dengan berbagai lomba, antara lain karungut, maneweng, manetek tuntang manyila kayu, habayang, sepak sawut, mangenta, balogo, jukung tradisional, lagu daerah, malamang, lawang sekepeng, besei kambe, manyipet, mangaruhi, lomba tari daerah, serta pemilihan jagau dan bawi nyai pariwisata Kalteng 2022.

Pos terkait