Bupati Kotim Minta Lampur Nur Mentaya Tak Lagi Warna-warni

setting ulang terowongan nur mentaya
SETTING LAMPU: Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Kotim Rino Mulya bersama teknisi PJU saat melakukan setting lampu warna warni menjadi warna putih disepanjang Terowongan Nur Mentaya, Senin (3/4) malam.

SAMPIT, radarsampit.com – Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim mengubah lampu warna warni di sepanjang Terowongan Nur Mentaya menjadi lampu putih seperti semula.

“Saya minta lampu dikembalikan seperti semula. Warna warni itu bagus, tapi kurang terang. Saya minta samakan saja warnanya menjadi lampu putih agar lebih terang,” kata Halikinnor saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral lantai II di Kantor Sekretariat Daerah Kotim, Senin (3/4).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pemilihan warna putih pada pencahayaan lampu sudah sangat tepat. Pelaku usaha yang berjualan jajanan makanan dan minuman dan pengunjung yang nongkrong di tepian Terowongan Nur Mentaya dapat menikmati malam lebih terang.

“Sesuai namanya Terowongan Nur Mentaya, Nur artinya cahaya. Saya ingin di sepanjang titik ini terang bercahaya. Ini juga akan membantu meningkatkan perekonomian pedagang yang berjualan dan begitu juga pengunjung juga lebih nyaman ketika nongkrong menikmati makanan dan minuman dengan pencahayaan yang terang,” katanya.

Baca Juga :  Dicegat Malam-Malam di Perkebunan, Dua Pemuda Tertangkap Bawa Sabu

Terowongan Nur Mentaya dikerjakan sejak Agustus 2022 oleh PT Inti Mitra Electrindo sebagai jasa pelaksana dan CV Wahana Karya Desain sebagai konsultan dan sudah diresmikan oleh Bupati Kotim bersama para pejabat Kotim dan disaksikan langsung oleh masyarakat Kotim pada Sabtu, 10 Desember 2022 lalu.

Penerangan jalan umum (PJU) yang dinamakan Terowongan Nur Mentaya menelan anggaran APBD Kotim sebesar Rp 14,8 miliar. Setiap tiang lengkung senilai Rp 75 juta itu menggunakan lampu LED strip yang  dilengkapi ornamen khas Kotim.

Total ada 172 tiang yang didesain melengkung disepanjang 2500 meter mulai dari Bundaran Samekto sampai Stadion 29 November Jalan Tjilik Riwut. Setiap sisi kanan dan kiri terdiri 86 tiang melengkung yang berjarak 30 meter dari tiang satu ke tiang berikutnya.

Adapula tiang lurus dengan tambahan ornamen ikan jelawat khas ikon Sampit yang dipasang di median jalan (posisi tengah) sebanyak 18 tiang mulai dari Hotel Wella ke arah Bundaran Habaring Hurung.



Pos terkait