Buron, Tersangka dan Terpidana Ini Akhirnya Ditangkap

Bandar Udara Trinsing/Bandar Udara H. Muhammad Sidik,Desa Trinsing Muara Teweh,Kabupaten Barito Utara,DPO,Tersangka,Kejaksaan
Salah satu buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, ketika diamankan untuk mengikuti proses penanganan penyelesaiaan perkara.(istimewa)

PALANGKA RAYA, RadarSampit.com – Langkah tegas dilakukan Kejaksaan Agung dan Kejati Kalteng serta Kejari Palangka Raya, melalui Tim Tangkap Buronan (Tabur), yakni menangkap buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) asal Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, berinisial MYL.

Selain itu, tim kejaksaan ini juga mengeksekusi terpidana pemalsuan surat tanah, inisial AAS.

Bacaan Lainnya

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI Dr Ketut Sumedana merilis, MYL telah ditetapkan sebagai tersangka, berdasarkan Surat Penetapan Tersangka dari Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah Nomor : B-1678/O.2/Fd.1/06/2019 tanggal 27 Juni 2019. Yakni dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan pembangunan Bandar Udara Trinsing/Bandar Udara H. Muhammad Sidik, Desa Trinsing Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara.

Tepatnya,yaitu terkait untuk pekerjaan pembuatan jalan PKP-PK dan pembuatan plat deker (3300M2) tahun 2014 yang dilaksanakan oleh PT Unggul Sarana Konstruksi dengan nilai kontrak Rp 1.545.941.800,- (satu miliar lima ratus juta empat puluh lima sembilan ratus empat puluh satu ribu delapan ratus rupiah).

Baca Juga :  HEBOH!!! Pabrik Arak Dibangun di Lokasi Sepi

Tersangka MYL disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1)  jo. Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana dan berdasarkan hasil laporan audit BPKP tahun 2020. Dalam kasus ini negara mengalami kerugian sebesar Rp1.366.050.394,- (satu miliar tiga ratus enam puluh enam juta lima puluh ribu tiga ratus sembilan puluh empat rupiah).

Pos terkait