Camat Baamang akan Tegur Pedagang di Luar Pasar  

pasar
SEPI PEMBELI : Aktivitas jual beli di Pasar Keramat yang tak seramai dulu dan kini sepi pengunjung, Kamis (30/5/2024). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Camat Baamang Sufiansyah merespons keluhan pedagang Pasar Keramat yang meminta segera menertibkan pedagang liar di bahu jalan.

Sebab, keberadaan pedagang liar di sepanjang Jalan Sukabumi dan Jalan Cristopel Mihing sering kali menimbulkan kemacetan dan merugikan pedagang di dalam pasar.

Bacaan Lainnya

“Kami akan segera tindaklanjuti keluhan pedagang Pasar Keramat. Tim kecamatan akan melakukan pendataan terlebih dahulu pedagang ayam, ikan, dan sayur yang berjualan di pinggir jalan. Setelah itu, akan kami rapatkan segera dengan mengundang lurah dan ketua RT setempat,” kata Camat Baamang Sufiansyah, Sabtu (1/6/2024).

Pihaknya juga akan mengundang pedagang terutama pedagang ayam dan ikan yang berjualan di sepanjang Jalan Cristopel Mihing Kelurahan Baamang Tengah dan Jalan Sukabumi Kelurahan Baamang Hilir.

“Pedagang ikan, ayam potong, dan sayur, saya yakin bukan pemilik halaman, karena itu kami juga akan mengundang pemilik rumah dan ketua RT setempat dengan harapan agar para pedagang bisa bergabung berjualan ke Pasar Keramat yang sudah disediakan pemerintah daerah,” kata Sufiansyah.

Baca Juga :  Usai Lebaran, Jumlah Pasien Rawat Melonjak

Catatan Radar Sampit, bangunan lapak ikan di Pasar Keramat pernah diperbaiki pada Agustus 2019 dan telah selesai direnovasi dan ditempati sejak 1 April 2020.

Renovasi pasar mengalami keterlambatan karena adanya kendala teknis di awal pelaksanaan. Perjanjian kontrak kerja yang seharusnya terhitung sejak 1 Juli – 28 Oktober 2019 dengan jangka waktu 120 hari kalender, terpaksa diperpanjang hingga 17 Desember 2019.

Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja, pekerjaan proyek renovasi pembangunan lapak ikan di Pasar Keramat dikerjakan oleh CV Aulia Mulia dari Palangkaraya dengan nilai kontrak kerja sebesar Rp 1.310.000.000 yang dibiayai oleh APBN.

Namun, renovasi lapak pasar ikan tak memberikan dampak baik terhadap peningkatan pendapatan pedagang. Yang ada, 164 pedagang yang terdata pada tahun 2019 kini kian berkurang karena tak sanggup bertahan karena terus mengalami penurunan pembeli.

Pantauan Radar Sampit, Kamis (30/5) lalu, banyak ditemukan lapak-lapak kosong. Jumlah pedagang yang bertahan berjualan hanya sekitar 30 pedagang. Sedangkan, pemilik lapak yang lainnya memilih menyewakan lapaknya ke sesama pedagang dan mencari tempat lain di lokasi yang lebih strategis.



Pos terkait