CATAT!!! ASN Harus Rela Berkorban demi Kepentingan Masyarakat, Bangsa, dan Negara

Pembinaan mental
SIRAMAN ROHANI: Kegiatan pembinaan mental dan kerohanian ASN Islam di lingkungan Pemkab Kotim, Kamis (16/6). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Setiap individu hendaklah rela berkorban, baik dengan harta benda dan jiwa raga. Dalam hal ini, aparatur sipil negara (ASN) harus rela berkorban untuk kepentingan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

Pada kegiatan siraman rohani ASN beragama Islam, abdi negara diingatkan pada salah satu peristiwa bersejarah umat Islam, yakni kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS yang diperintah Allah SWT untuk menyembelih putranya sendiri, Nabi Ismail AS.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat lantai 2 Setda Kotim, Kamis (16/6) tersebut, dihadiri Asisten III Setda Kotim Muhammad Saleh yang mewakili Bupati Kotim Halikinnor serta perwakilan ASN dari masing-masing satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) lingkup Pemkab Kotim.

Dia juga menyampaikan, umat muslim tidak lama lagi akan menyambut Hari Raya Iduladha atau Hari Raya Kurban. Di dalamnya terkandung nilai kepatuhan dan keikhlasan saat menjalankan perintah Allah SWT.

”Beberapa minggu ke depan kita akan memperingati Hari Raya Iduladha. Hari raya yang sangat bersejarah bagi pengembangan keimanan dan kehidupan kaum muslimin,” ujar Saleh.

Iduladha merupakan puncak ibadah haji yang dilaksanakan umat muslim sedunia. Hari Raya Iduladha adalah sebuah hari di mana umat muslim memperingati peristiwa penyembelihan Nabi Ismail AS, putra Nabi Ibrahim AS dalam rangka menguji ukuran ketakwaan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT.

”Atas kehendak Allah SWT, Nabi Ismail AS diganti dengan seekor domba,” ucapnya.

Dari kisah tersebut, dapat diambil hikmah yang baik, bahwa setiap individu hendaklah rela berkorban. Baik dengan harta benda dan jiwa raga.

”Semangat inilah yang mesti diamalkan oleh seluruh ASN di Kotim. Karena hakikat berkurban adalah mampu mengesampingkan kepentingan sendiri demi kemaslahatan yang lebih besar,” ujarnya.

Sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, lanjutnya, seorang ASN tetap harus menjaga profesionalisme kerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kemudian, keseimbangan jasmani yang sehat dan rohani yang kuat dapat membentengi diri dari hal yang merusak diri sendiri dan merugikan masa depan, sehingga dalam melaksanakan tugas, seorang ASN dapat melaksanakan dengan baik.

Dalam kesempatan itu, Saleh mengusulkan agar ASN bisa melakukan iuran sebesar Rp 5.000 per orang. Hal itu bisa dilakukan melalui Korpri. Iuran yang terkumpul dimaksudkan untuk membeli beras, yang nantinya dibagikan kepada pondok pesantren yang ada di Kotim.

Selain itu, dia juga menyarankan agar kegiatan siraman rohani ASN-Islam dilaksanakan bukan di hari Kamis. Sebab, biasanya pada Kamis, ASN yang hadir ada yang sedang menjalankan puasa sunah.

”Kalau Kamis kan ada yang puasa. Ke depannya kalau bisa diganti hari lain, jangan hari Kamis. Ini untuk menghormati yang puasa sunah Kamis,” ujarnya.

Kegiatan pembinaan mental dan kerohanian bagi ASN yang beragama Islam diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran. Kemudian diisi ceramah yang disampaikan Ustaz Abdul Hakim Akbar.

Dalam ceramahnya, Ustaz Abdul Hakim Akbar mengatakan, ujian dan cobaan sebelum manusia lahir ke alam dunia sudah dicatat oleh Allah SWT.

”Rezeki, amal, susah, senang sudah di tulis Allah SWT dari sebelum kita lahir. Begitu kita lahir ke dunia, keempatnya ini sudah berlaku semuanya,” tuturnya.

Disampaikannya, dalam Surat Al-Baqarah Ayat 155 yang berbunyi ”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. Maknanya, Allah SWT benar-benar akan menguji umat manusia.

Pos terkait