ASTAGA!!! LGBT Sudah Lama Eksis di Kalteng, Ini Sederet Buktinya

LGBT di Kalteng sudah lama eksis,bukti eksisnya LGBT di Kalteng,sampit,kalteng,LGBT,lgbt palangkaraya,lgbt di indonesia
ILUSTRASI.(JAWAPOS)

SAMPIT, radarsampit.com – Viralnya sebuah kafe di Palangka Raya yang dituding sarang LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) hingga akhirnya dibantah, memantik lagi isu penolakan terhadap perilaku menyimpang itu. Faktanya, keberadaan para penganut LGBT sudah lama eksis di Kalimantan Tengah.

Di Sampit, perilaku menyimpang yang terang-terangan eksis adalah para transgender. Disinyalir kaum tersebut memiliki komunitas tersendiri. Bahkan, ada lokasi yang dijadikan para transgender ini untuk berkumpul.

Bacaan Lainnya

Adapun mengenai penyuka sesama jenis, Radar Sampit mencatat sejumlah kasus yang berkaitan dengan hal tersebut. Pada April 2021 lalu, aparat kepolisian setempat mengamankan pasangan sesama jenis, PR  (32)dan W (37), di kawasan Stadion Sanaman Mantikei.

Saat diinterogasi polisi, terungkap bahwa mereka merupakan pasangan sesama jenis. Dari barang bawaan yang diperiksa, petugas menemukan tiga ponsel yang disertai isi pesan vulgar kedua pria tersebut beserta grup gay.

Baca Juga :  Tensi Tinggi, Bupati Tetap Ikuti Vaksinasi

Lebih jauh ke belakang, pada Oktober 2016 Polda Kalteng mengungkap adanya prostitusi sesama jenis. Jaringan bisnis tersebut menyediakan pria maupun wanita. Mereka memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi. Komunitas itu dinilai sangat licin dan tertutup, sehingga pengungkapannya lebih sulit dibanding prostitusi biasa.

Selain sejumlah kasus yang diungkap aparat, ada pula pengakuan seorang pria pada Radar Sampit pada 2020 lalu, yang diselingkuhi istrinya yang ternyata menyukai sesama wanita. Akibatnya, rumah tangga pria berstatus aparatur sipil negara di Palangka Raya itu retak. Padahal, mereka telah memiliki dua orang anak.

Sang suami mengaku mengetahui hal itu dari pesan di ponsel istrinya. Awalnya sang istri sempat mengelak. Namun, setelah dicecar, istrinya akhirnya mengaku dan meminta maaf serta berjanji tak akan mengulangi perbuatannya.

Pos terkait