CATAT!!! Warga Kotim Sudah Bisa Mendapat Layanan Vaksin Booster, Begini Caranya

Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kedatangan puluhan ribu vaksin yang sudah disebar ke berbagai fasilitas kesehatan
MENAHAN SAKIT: Salah seorang wartawan di Sampit menahan sakit saat menerima vaksin booster yang disuntik di bagian otot tangan kiri, Rabu (9/2). (IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kedatangan puluhan ribu vaksin yang sudah disebar ke berbagai fasilitas kesehatan yang melayani program vaksinasi Covid-19. Di sisi lain, masyarakat sudah bisa mendapatkan layanan vaksin booster dengan mengikuti ketentuan yang ada.

”Kotim kedatangan 28.500 dosis vaksin Astrazeneca. Vaksin ini diberikan khusus untuk calon penerima vaksin dosis 2 dan dosis 3 (vaksin booster),” kata Umar Kaderi, Kepala Dinkes Kotim, Kamis (10/2).

Bacaan Lainnya

Umar meminta masyarakat yang belum menjalani vaksin dosis 2 dan 3, agar segera mendatangi puskesmas terdekat yang melayani program vaksinasi.

”Siapa saja yang belum vaksin dosis 2 dan 3, silakan datang ke puskesmas terdekat. Vaksin dosis 3 (booster) sudah boleh untuk semua masyarakat Kotim, tetapi lebih diutamakan masyarakat yang rentan terlebih dahulu, seperti pelayan publik dan lansia. Namun, selama vaksin masih tersedia dan memenuhi syarat, masyarakat boleh vaksin booster. Silakan datang ke faskes atau pos vaksinasi terdekat untuk dilayani,” kata Umar.

Umar mengimbau masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan menghindari berkerumun. ”Selalu gunakan masker selama beraktivitas di luar rumah, apalagi datang ke Puskesmas. Pastikan masker digunakan dengan benar. Jangan berkerumun. Semua masyarakat pasti kebagian vaksin. Ikuti petunjuk petugas dengan tertib sesuai dengan antrean,” katanya.

Umar menambahkan, selama ini Pemkab Kotim terus berupaya mengejar target capaian vaksinasi. Layanan vaksin booster untuk pelayanan publik pun masih terus berjalan.

”Seluruh SOPD sudah menjalani vaksin booster. Sekarang yang masih berjalan pelayan publik di tingkat kecamatan, kelurahan, desa, aparat TNI, dan Polri,” katanya.

Melansir siaran pers Kemenkes, syarat utama penerima vaksin booster gratis untuk masyarakat umum, yakni telah berusia 18 tahun ke atas dan mendapat vaksinasi dosis lengkap minimal enam bulan.

Baca Juga :  Vaksinasi Booster Terjadwal Otomatis, Begini Cara Dapat Tiketnya

Ada dua cara mendaftar vaksin booster. Pertama, melalui aplikasi PeduliLindungi dan kedua dengan datang langsung ke lokasi vaksinasi booster.

Melalui aplikasi bisa dilakukan dengan mengecek tiket vaksin tahap ketiga pada pilihan ’Riwayat Tiket dan Vaksin’. Apabila sudah dijadwalkan mendapat vaksinasi booster, akan muncul pilihan Vaksinasi 3) beserta nomor tiket. Tiket itu bisa diperlihatkan saat mendaftar di tempat pelayanan vaksinasi.

Berdasarkan data Dinkes Kotim per 9 Februari 2022, alokasi vaksin yang sudah diterima Kotim sebanyak 407.940 dosis. Rinciannya, vaksin Sinovac 247.754 dosis, Astrazeneca 121.420 dosis, Moderna 14.196 dosis, Pfizer 24.570 dosis. Untuk vaksin yang baru datang per 9 Februari 2022, terdiri dari vaksin Astrazeneca sebanyak 32.500 dosis dan Coronavac 3.800 dosis. Total vaksin terpakai 351.600 dosis.

Sementara itu, target sasaran vaksin kategori tenaga kesehatan (nakes) sebanyak 2.845 dosis. Pada dosis 1 tercapai sebanyak 2.865 dosis atau 100,70 persen. Dosis 2 tercapai 2.797 dosis atau 98,31 persen dan dosis 3 tercapai  sebanyak 2.156 dosis atau sebanyak 75,78 persen.

Kategori lansia target sasaran vaksin sebanyak 20.786 dosis. Pada dosis 1 tercapai 9.334 dosis atau 44,91 persen dan dosis 2 tercapai 5.887 dosis atau 28,32 persen dan dosis 3 tercapai 246 atau 1,18 persen.

Pada kategori pelayan publik, target sasaran vaksin sebanyak 34.253 dosis. Pada dosis 1 tercapai 32.494 dosis atau 94,86 persen dan dosis 2 tercapai 28.795 dosis atau 84,07 persen dan dosis 3 tercapai 151 atau 0,44 persen.

Kategori masyarakat target sasaran vaksin sebanyak 223.892 dosis. Pada dosis 1 tercapai 150.959 dosis atau 67,42 persen dan dosis 2 tercapai 85.976 dosis atau 38,40 persen dan dosis 3 tercapai 3.346 atau 1,49 persen.

Pos terkait