Disdik Palangka Raya Terus Tingkatkan Kualitas Guru Penggerak

society disdik
APRESIASI: Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayani saat mendampingi PJ Wali kota Hera Nugrahayu dalam kegiatan panen hasil belajar proyek penguatan profil pelajar pancasila dan launching sekolah bersinar,belum lama ini.  

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani terus mengajak seluruh stakeholder mengedepankan kepentingan pendidikan.

Sehingga mampu  mengeksplorasi peluang dan tantangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya dengan program guru penggerak.

Bacaan Lainnya

Dijelaskannya, langkah tersebut bentuk implementasi peraturan menteri pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2024 tentang kurikulum pada paud, sekolah dasar, dan menengah.

Selain itu  peraturan walikota Palangka Raya Nomor 2 tahun 2023 tentang program sekolah penggerak, implementasi kurikulum merdeka, dan perencanaan berbasis data pada jenjang PAUD dan pendidikan dasar.

“Pentingnya peran guru sebagai penggerak perubahan di dunia pendidikan. Tantangan dalam memastikan pembelajaran yang berkualitas tidaklah sedikit. Namun demikian, peluang untuk menciptakan dampak positif bagi generasi muda juga besar,” ujar Jayani , belum lama ini.

Diungkapkannya pula, di Kota Palangka Raya sudah ada 19 sekolah penggerak, sehingga pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan memperhatikan keragaman.

Baca Juga :  Hadiri Haul Kiai Gede di Kobar, Wali Kota Palangka Raya: Jadi Motivasi Perkuat Ilmu Agama

”Saya ingatkan juga, setiap anak dengan keunikan dan potensi yang berbeda, harus merasa didengar, dihargai, dan didukung dalam proses pembelajaran,” tambah Jayani.

Diuraikannya, kompetensi yang harus dimiliki guru penggerak, adalah memiliki cara komunikasi yang baik. Kreatif dalam membuat metode pengajaran yang menarik dan tidak monoton sehingga murid akan menjadi lebih nyaman dalam proses belajar.

“Memiliki rasa kepercayaan diri yang baik. Memiliki kesabaran yang baik,” imbuh Jayani.

Diharapkannya hal itu mampu membawa perubahan positif dalam sistem pendidikan, bahwa guru penggerak harus memiliki inovasi, karena tanpa inovasi mereka tidak akan bisa menyelesaikan tantangan dalam pendidikan.

“Rasa bangga memiliki guru-guru penggerak yang memiliki semangat tinggi untuk mengubah paradigma pendidikan. Perubahan dimulai dari kita, dan guru-guru penggerak inilah yang mampu membawa perubahan positif di sekolah-sekolah mereka,” ungkap Jayani.



Pos terkait