Disdik Palangkaraya Terapkan Pojok Literasi di Sekolah

Terus Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Pendidikan

society disdik palangka
WAWANCARA: Sekretaris Disdik Kota Palangkaraya  Aprae Vico Ranan, saat memberikan keterangan pers.

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Pemerintah Kota Palangkaraya melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat, terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas serta kuantias pendidikan di seluruh wilayahnya. Meskipun dalam dua tahun belakangan ini terdampak pandemi Covid-19, yang mengakibatkan masih ada pelajar sekolah dasar yang masuk kategori gagap membaca.

Mengatasi hal itu, Disdik Palangkaraya di akhir tahun 2022 lalu sudah mempunyai formula khusus yang salah satunya dijadikan prototipe. Namanya ialah pojok literasi. Langkah tersebut menyiapkan anak sejak dini sebagai generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap maupun karakter.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangkaraya Jayani melalui Sekretaris Disdik Aprae Vico Ranan menjelaskan, pojok literasi merupakan sebuah wadah yang memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai literasi.  Menurutnya literasi ini lingkupnya luas. Seperti mengeja, membaca, dan meningkatkan nalar tingkat literasi.

“Disidk terus komitmen dalam peningkatan mutu pendidikan. Seperti kita ketahui ada kehilangan kesempatan belajar (learning loss) yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19. Pandemi juga menyempitkan dunia anak,  karena interaksi yang sebelumnya didapatkan dari sesama temannya di sekolah menjadi terbatas.Maka itu kami lakukan pojok literasi,” ujarnya, Selasa (31/10) kemarin.

Baca Juga :  PLN dan Kejari Gunung Mas Kerja Sama untuk Kalimantan Terang

Vico melanjutkan, karena ini masih menjadi prototipe dan di tahun 2023, maka pojok literasi menjadi hal yang wajib ada, sehingga setiap sekolah negeri maupun swasta di Kota Palangka Raya harus dapat menyediakan pojok literasi.

“Disdik meyakini, dengan adanya pojok literasi. Anak-anak dapat terbantu dalam mengenal huruf, menggabungkan huruf, dan akhirnya dapat membaca.Kemampuan literasi di Kota Palangka Raya itu berada pada angka 1,75. Artinya, tepat di garis standar batas minimum literasi,” paparnya.

Diungkapkannya pula, tidak bisa dipungkiri banyaknya murid yang gagal membaca merupakan efek negatif dari Covid-19. Khususnya anak pada umur 7-12 tahun. “Jadi Disdik Kota Palangkaraya sudah mempunyai formula khusus, ya tadi dalam pojok literasi. Karena di tahun 2022 itu masih prototipe, waktu itu masih terdapat di beberapa sekolah. Dan itu berdampak baik bagi peserta didik,” urai Vico.



Pos terkait