PALANGKA RAYA, RadarSampit.com – Sudah beberapa bulan ini Tri Yayu (44), ibu lima anak yang tinggal di Jalan Pasir Mas, Tjilik Riwut Palangka Raya, merasakan sakit berkepanjangan lantaran. Dia didiagnosa mengidap kanker payudara stadium tiga. Ukurannya sudah membesar seperti bola basket dan mengeluarkan aroma tidak sedap.
Penyakit itu berawal dari benjolan kecil dua tahun lalu. Kini, benjolan itu membesar dan menghitam. Meskipun berbagai pengobatan telah dijalani, belum ada perubahan. Bahkan kian parah dengan mengeluarkan nanah dan ulat.
Tri Yayu merupakan janda beranak lima. Anak-anaknya, yakni Vivi (23), Iqbal (21), Regita (19), Sindi (16), dan Wahyuni (14). Sang suami sudah meninggal 2019 lalu akibat kelenjar getah bening. Rumah yang dia diami milik kerabatnya yang dipinjamkan. Tri pernah menjalani pengobatan medis, namun belum berhasil dan kini menjalani pengobatan herbal.
Yayu hanya bisa pasrah atas kondisinya sekarang dengan terus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk mendapatkan kesembuhan. Dia memiliki semangat lantaran kelima anaknya selalu mendukung.
”Saya yakin kesembuhan bisa datang dengan doa dan semangat dari semua. Berharap bisa ditangani secara optimal,” ujarnya.
Yayu menuturkan, awalnya dia merasakan sakit dan ada benjolan di atas bagian payudara. Setelah diperiksa, dia dinyakan mengidap kanker. Setelah divonis kanker, Yayu masih sempat bekerja selama satu tahun, lantaran menjadi tulang punggung keluarga usai ditinggal sang suami.
”Saat itu saya tidak memikirkan lagi kondisi, karena memang jadi tulang punggung. Saat dua tahun lalu divonis kanker, saya masih kerja karena anak-anak masih sekolah. Makanya sakit saya ketika itu terabaikan dan tidak berobat, meski kata dokter ada kanker ganas stadium tiga,” ujarnya.
Yayu melanjutkan,berbagai upaya telah dilakukan. Namun, penyakitnya tak kunjung membaik. Dia sudah mendapat saran dari berbagai pihak untuk menjalani kemoterapi yang dipadukan dengan pengobatan herbal di rumah.
Yayu mengaku sudah beberapa lama tidak tiduran. Dia hanya bisa duduk. ”Semoga nanti bisa kemo. Saya ingin sembuh untuk menjaga anak-anak dan bekerja lagi. Saya terpaksa duduk, karena sakit jika bergerak,” tuturnya.
Dia berharap pemerintah dan pihak lainnya bisa membantu pengobatan. Dia mengaku berani menjalani operasi besar, tetapi harus ditangani secara optimal hingga bisa sembuh.
Sementara itu, Lurah Bukit Tunggal Subhan Noor mengatakan, Tri Yayu memang perlu perhatian dari berbagai pihak. Terutama dalam penanganan medis agar sakit yang dideritanya bisa ditangani.
”Memang sangat mengkhawatirkan. Sudah sangat besar, mengeluarkan bau dan ada nanah serta ulatnya. Kami berharap bisa ditangani sesegera mungkin. Apalagi sudah ada kartu BPJS-nya,” ujar Subhan.
Subhan menambahkan, berbagai upaya akan dilakukan pemerintah. Pihaknya telah membuka donasi peduli bagi Tri Yayu bertajuk ”pejuang kanker” dengan nomor rekening pribadi anak pasien, yakni BRI nomor rekening (7903-01-005625-53-7) atas nama Vivi Anggraeny.
”Bisa menghubungi Puskessos Kelurahan Bukit Tunggal di nomor 0812-5091-4599. Kami harapkan bisa tertangani secara baik,” ujarnya.
Subhan menambahkan, kondisi Yayu terungkap setelah ia mendapatkan laporan ada warganya menderita sakit kanker payudara stadium tiga dengan memperlihatkan foto. Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi ke lokasi.
”Kondisinya memang parah betul. Memang diakui pasien pernah mau dikemoterapi, namun ditunda dulu. Apalagi dengan kondisi sekarang yang lemah dan sudah dua tahun hanya duduk, tidak tidur seperti orang normal. Tadi sudah komunikasi, bersedia kemoterapi jika sudah sehat dan kuat,” katanya. (daq/ign)








