Dua ABK Tugboat Tewas Kecelakaan Kerja di Teluk Sampit

kecelakaan kerja
KECELAKAAN: Petugas TNI AL Samuda saat mengevakuasi dua ABK Tb Bintang Karisma 5, di muara Teluk Sampit, Kotim, pada Sabtu (16/12/2023) siang lalu. (istimewa)

SAMPIT, radarsampit.com – Dua Anak Buah Kapal (ABK) Tugboat (Tb) Bintang Karisma, dilaporkan tewas setelah mengalami kecelakaan kerja. Diduga, dua ABK malang tersebut tewas setelah memeriksa tongkang yang ditariknya berposisi miring.

Menurut informasinya, peristiwa nahas tersebut terjadi di muara Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada Sabtu (16/12/2023) sekitar pukul 08.23 WIB siang lalu.

Bacaan Lainnya

Dua ABK yang meninggal dunia tersebut yakni inisial M (30), warga asal Provinsi Lampung, yang menjabat sebagai Chip kapal. Dan AF (24), warga asal Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menjabat sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM). ”Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” kata Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kalteng AKBP Eddy Santoso, melalui sambungan telepon, Minggu (17/12/2023) siang kemarin.

Menurut informasi lainnya, kejadian itu bermula saat Tb Bintang Karisma 5 ada melakukan bongkar muat di kapal Cang Hai Bing Hai, muara Teluk Sampit. Setelah selesai bongkar muat, mereka kemudian melanjutkan perjalannya menuju Sampit, dengan menarik tongkang.

Baca Juga :  Tiga Kapal Jalani Pemeliharaan, Pelni Siapkan 11 Call selama Arus Mudik dan Balik  

Namun, di dalam perjalanannya, tongkang yang ditarik dalam keadaan posisi miring. Melihat kejadian tersebut, M pun kemudian memutuskan untuk memeriksa hingga masuk ke lambung tongkang yang ditarik tersebut.

Nahas, M yang saat itu sedang masuk ke dalam tongkang tanpa alat pengaman, tiba-tiba ditemukan dalam keadaan lemas dan terkapar. AF yang melihat kejadian itu langsung berupaya menyelamatkannya. Sialnya, saat masuk ke dalam, AF justru bernasib sama.

Melihat Kejadian itu, Kapten Tugboat Bintang Karisma 5 pun langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak petugas TNI AL setempat. Tak lama kemudian, 2 ABK tersebut berhasil dievakuasi dalam kondisi sudah tak bernyawa. ”Untuk informasi lebih lanjutnya nanti akan kami sampaikan. Saat ini anggota kami masih di lapangan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tandas Eddy. (sir/gus)



Pos terkait